alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jadi Kurir 1,6 Kg Sabu, Sopir Lyn Diringkus BNN Saat Ambil Uang di ATM

09 Juni 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIKIRIM KE SURABAYA: Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M Aris Purnomo (kiri) bersama Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Daniel Y Katiandagho (kanan), menunjukkan tersangka M Mansyur dengan barang bukti narkoba 1,646 kg sabu.

DIKIRIM KE SURABAYA: Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M Aris Purnomo (kiri) bersama Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Daniel Y Katiandagho (kanan), menunjukkan tersangka M Mansyur dengan barang bukti narkoba 1,646 kg sabu. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - M Mansyur, 41, kembali mendekam di balik jeruji besi. Warga Jalan Kebondalem VII, Simolawang, Surabaya, itu ditangkap petugas Badan Antinarkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim karena membawa paket sabu seberat 1.646 gram. Paket tersebut dibawa tersangka dari Jakarta ke Surabaya.

Namun belum sampai di Surabaya, tersangka ditangkap petugas saat berhenti di minimarket Jalan RE Martadinata, Karangsari, Tuban, Sabtu (5/6) siang.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M Aris Purnomo mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman sabu dari Jakarta ke Surabaya. Petugas lalu melalukan pengintaian dan mencegat tersangka di Jalan RE Martadinata, Tuban.

Baca juga: Review - Bedah Fitur Xiaomi Redmi Note 10S, Ponsel Terbaik di Rp2 Juta

Setibanya di salah satu minimarket tersangka turun dari mobil. Dia mengambil uang di mesin ATM yang ada di minimarket. Petugas langsung menyergap tersangka. ”Dari penggeledahan di dalam mobil Toyota Avanza yang dinaiki tersangka ditemukan dua bungkus sabu dikemas dalam kemasan Teh Cina Guanyinwang,” ujar Aris Purnomo didampingi Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Daniel Y Katiandagho.

Menurut dia, dua bungkus paket sabu tersebut dimasukkan dalam tas kain kuning yang ditaruh dalam ransel hitam. Setelah ditimbang sabu-sabu tersebut memiliki berat bersih 1.646 gram. Dari hasil penyidikan, lanjut Aris, tersangka mengaku mengambil barang tersebut atas suruhan bosnya berinisial WW di Jakarta.

”Sabu-sabu tersebut diserahkan ke tersangka melalui jasa ojek online di kawasan Condet, kemudian hendak dibawa ke Surabaya dan Madura,” terangnya.

Orang nomor satu di BNNP Jatim itu menyebutkan, tersangka kenal dengan WW dikenalkan temannya berinisial YY melalui telepon kurang lebih seminggu lalu. ”Tersangka butuh pekerjaan. Akhirnya kenal dengan WW dan mau menjadi kurir sabu dengan imbalan Rp 16 juta. Namun baru ditransfer Rp 4 juta,” bebernya.

Usut punya usut, setelah didalami tersangka ternyata seorang residivis. Lelaki berambut panjang itu pernah ditahan atas kasus kepemilikan ganja. ”Dia residivis, pernah ditahan karena memiliki ganja. Istrinya saat ini juga di Lapas Porong, gara-gara menjual pahe (paket hemat) sabu,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Mansyur mengaku baru sekali mengirim sabu-sabu dari Jakarta ke Surabaya. Ia nekat menjadi kurir karena menjadi sopir lyn sepi penumpang di masa pandemi Covid-19. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP