alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Kembangkan Mangrove Wonorejo, Jembatan Bambu Dibiarkan Rusak Telantar

09 Juni 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

JADI KUMUH: Bangunan jembatan bambu yang rusak di kawasan ekowisata mangrove Wonorejo, Surabaya, Selasa (8/6).

JADI KUMUH: Bangunan jembatan bambu yang rusak di kawasan ekowisata mangrove Wonorejo, Surabaya, Selasa (8/6). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Jembatan bambu yang berada di kawasan wisata Mangrove Wonorejo sudah lama hancur. Kondisinya sangat mengenaskan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya belum juga melakukan perbaikan atau membersihkannya. Padahal, pemkot berencana membangun kawasan Mangrove Wonorejo sebagai destinasi wisata utama di Surabaya digabung dengan Mangrove Gunung Anyar.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Rahmad Kodariawan mengatakan, jembatan bambu itu belum bisa diperbaiki karena terkendala anggaran. “Saat ini masih pandemi sehingga anggarannya untuk penanganan Covid-19,” kata Rahmad.

Jembatan bambu dengan panjang 600 meter dan tinggi 12 meter tersebut dibangun pada Mei 2018. Pembangunan jembatan tahap pertama dilanjutkan pada akhir Desember 2018 dan pembangunan tahap dua hingga empatnya dilakukan pada pertengahan 2019.

Baca juga: Emil Dardak Pimpin Demokrat Jatim Jajaki Sinergi dengan Golkar

Namun, proyek tersebut terhenti lantaran perubahan konsep. Rahmad menjelaskan, proyek yang menelan dana Rp 1,2 miliar itu sebetulnya hampir tuntas. Namun, karena ada evaluasi pada struktur bangunan, pengerjaannya diredesain. “Lha, ini belum ada progres untuk perbaikannya. Konsepnya seperti apa belum jelas,” imbuhnya.

Rahmad menegaskan, ke depan perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh. Sehingga fungsi jembatan gantung yang menghubungkan Mangrove Information Center dengan area jogging bisa digunakan wisatawan. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP