alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tinjau Penyekatan di Suramadu, Menkes Ingatkan Warga Disiplin Prokes

09 Juni 2021, 06: 26: 46 WIB | editor : Wijayanto

TURUN LAPANGAN: Menkes Budi Gunadi Sadikin (dua dari kanan) memantau pos penyekatan di Jembatan Suramadu, Selasa (8/6), didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) dan Bupati Bangkalan Abdul Latif (kiri bawah).

TURUN LAPANGAN: Menkes Budi Gunadi Sadikin (dua dari kanan) memantau pos penyekatan di Jembatan Suramadu, Selasa (8/6), didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) dan Bupati Bangkalan Abdul Latif (kiri bawah). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turun lapangan untuk meninjau langsung pos penyekatan di Jembatan Suramadu, Selasa (8/6). Budi Gunadi juga mengecek beberapa tempat pemberhentian pengendara untuk tes swab antigen.

Dalam kunjungan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum dan sejumlah pejabat Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan.

Menkes Budi mengingatkan para pengendara yang melintas agar menggunakan masker sebagai antisipasi penularan Covid-19. Terutama warga Bangkalan diimbau agar lebih tertib dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Targetkan Komposisi UMKM 85%, BRI Semakin Fokus ke Mikro

“Saya juga bilang pakai masker itu nomor satu. Saya sudah ngomong ke Pak Bupati Bangkalan juga kepada teman-teman di Bangkalan pakai masker lebih bagus,” kata Budi Gunadi.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diharapkan bisa memaksimalkan rumah sakit yang ada di Bangkalan supaya tekanan atau lonjakan kasus di Bangkalan bisa segera teratasi. “Intinya adalah rumah sakit di sana (Bangkalan) harus dirajut dulu supaya tekanannya enggak besar. Yang sakit dibawa ke Surabaya, Bu Gubernur membantu,” katanya.

Menkes menyampaikan jika kapasitas rumah sakit di Surabaya masih cukup. Adapun kendala yang saat ini dialami Kabupaten Bangkalan adalah kurangnya rumah sakit. Sehingga tenaga kesehatan maupun perawat, obat-obatan, dan ventilator bisa ditambah. “Sehingga nakesnya enggak usah terlalu keras kerjanya,” ucapnya.

Menkes juga mengapresiasi langkah penyekatan yang dilakukan di Surabaya untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan mempermudah pelacakan (tracing). Gubernur Jatim, Wali Kota Surabaya, dan Bupati Bangkalan diminta untuk saling bekerja sama guna menyelesaikan lonjakan kasus Covid-19 yang melanda Bangkalan.

“Saya terima kasih Bu Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota. Saya percaya kalau ini bisa dikerjakan bersama-sama ini bisa selesai (kasus Covid-19 Bangkalan),” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berterima kasih atas apresiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin. Pemkot Surabaya akan bergotong royong untuk menyelesaikan kasus Covid-19. Sebab, kasus ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri.

“Saya selalu bilang bahwa Surabaya dan Bangkalan gak bisa dipisahkan. Kita akan saling membantu, bahu-membahu menyelesaikan masalah ini,” ujar Eri.

Pemkot Surabaya juga akan support Pemkab Bangkalan seperti penyekatan kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke Surabaya. Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, saat ini ada penambahan 50 kamar di rumah sakit yang ada di Bangkalan. Sehingga total ada 144 kamar. Yang sudah terisi sekitar 78 kamar.

“Kalaupun nanti ada peningkatan, maka rujukan di RSUD dr Soetomo yang disiapkan oleh Ibu Gubernur,” katanya. Ia berharap masyarakat Bangkalan tidak khawatir apabila dilakukan tes swab karena ini demi keselamatan kita sendiri dan keluarga. (mus/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP