alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tangani Lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Pemprov Siapkan Tambahan Bed

Yang Terdeteksi Positif Dirujuk ke Surabaya

09 Juni 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIRUJUK: Sebanyak lima orang yang terpapar Covid-19 usai mengikuti tes usap PCR di kawasan Jembatan Suramadu tiba di RS Lapangan Indrapura Surabaya untuk selanjutnya menjalani isolasi.

DIRUJUK: Sebanyak lima orang yang terpapar Covid-19 usai mengikuti tes usap PCR di kawasan Jembatan Suramadu tiba di RS Lapangan Indrapura Surabaya untuk selanjutnya menjalani isolasi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan disikapi cepat dan simultan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Bangkalan untuk penanganan kuratif pasien Covid-19.

“Kami juga melakukan kunjungan rumah sakit dan titik yang terdeteksi paling banyak kasus di Arosbaya. Saat ini BOR di Kabupaten Bangkalan terus meningkat. Di RSUD Bangkalan, dari 90 tempat tidur, yang terpakai sudah 73 bed,” ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial ini menambahkan, rumah sakit di Bangkalan membutuhkan High Flow Nasal Cannula (HFNC), ventilator, serta beberapa jenis obat. Pemprov Jatim telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan dan akan segera dikirim 32 unit HFNC langsung ke Bangkalan.

Baca juga: Penyekatan dan Tes Swab di Suramadu Akan Dilakukan Selama Dua Pekan

DIRUJUK: Sebanyak lima orang yang terpapar Covid-19 usai mengikuti tes usap PCR di kawasan Jembatan Suramadu tiba di RS Lapangan Indrapura Surabaya untuk selanjutnya menjalani isolasi.

DIRUJUK: Sebanyak lima orang yang terpapar Covid-19 usai mengikuti tes usap PCR di kawasan Jembatan Suramadu tiba di RS Lapangan Indrapura Surabaya untuk selanjutnya menjalani isolasi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

“Kami juga telah mengusulkan ke dirjen di Kemenkes agar 32 HFNC dikirimkan langsung ke Bangkalan. Lalu, bagi pasien yang kondisinya berat bisa segera dirujuk langsung ke RSUD dr Soetomo agar penanganan maksimal karena alat dan dokternya juga lebih lengkap,” terangnya.

Khofifah mengatakan, pihaknya juga sudah mengirimkan sejumlah mobil polymerase chain reaction (PCR) ke Bangkalan untuk memasifkan testing pada titik-titik yang memang menjadi episentrum lonjakan kasus Covid-19. Namun, masih banyak masyarakat yang belum bersedia untuk diswab PCR.

“Maka, langkah-langkah persuasif yang diharapkan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mau dites, terus kita lakukan, agar penanggulangan dan pencegahan penularan bisa dilakukan,” jelas Khofifah.

 Pemprov Jatim juga mendukung Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya, serta Korem Bhaskara Jaya yang melakukan swab antigen secara acak di kaki Jembatan Suramadu pada pengendara yang masuk ke Kota Pahlawan maupun yang akan menuju Madura. Tujuannya adalah mendeteksi cepat masyarakat agar tidak sampai menyebabkan penularan yang lebih luas jika terkonfirmasi positif Covid-19.

“Informasi dari Wali Kota Surabaya serta tim yang bertugas di lapangan, dari 2.401 swab antigen secara acak ditemukan 70 orang reaktif, dan 17 orang terkonfirmasi positif covid-19 dan langsung dirujuk ke RS Darurat Lapangan dan RS Haji Surabaya,” katanya.

Menurut Khofifah, mobilitas antara Surabaya dan Madura di Jembatan Suramadu sangat tinggi. Karena itu, Pemprov Jatimbersama Pemkot Surabaya sepakat agar diterapkan skrining swab antigen acak. Saat ini Pemprov Jatim menyiapkan tempat transit bagi masyarakat yang terdeteksi reaktif covid-19 setelah diswab antigen di Suramadu.

Untuk Surabaya, tempat transit yang disiapkan adalah di halaman BPWS. Pemprov Jatim telah mendapatkan izin dan persetujuan penggunaan kantor tersebut dari Kementerian PUPR. Dengan begitu, mereka yang terdeteksi reaktif dan kondisinya tanpa gejala atau gejala ringan sampai sedang, akan dilakukan perawatan dan isolasi di RS Lapangan Indrapura.

Sedangkan yang ada gejala sedang sampai berat akan dirujuk ke RS Dr Soetomo atau rumah sakit rujukan terdekat lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana meminta agar guyonan bahwa di Madura tidak ada Covid-19 harus dihapus.

Menurut dia, dalam kondisi darurat, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat dan tegas. “Jadi, 5M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi harus diperketat, karena ini benarbenar mengkhawatirkan,” katanya. Herlin menambahkan, testing secara masif juga dilakukan di pintu masuk Jembatan Suramadu. Ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP