alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

8 Kali Curi Helm dan Dijual di Medsos, Ditangkap saat COD

08 Juni 2021, 12: 34: 05 WIB | editor : Wijayanto

APES: Agus Samsul dan Anas Sholikin yang diamankan di Polsek Gubeng.

APES: Agus Samsul dan Anas Sholikin yang diamankan di Polsek Gubeng. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pencuri helm yang beraksi di salah satu toko rokok elektrik di kawasan Ngagel, Surabaya, akhirnya tertangkap. Tersangka Agus Samsul, 26, warga Gubeng Klingsingan, dan Anas Sholikin, 45, asal Gubeng Kertajaya, ternyata sudah delapan kali nekat mencuri helm di area parkiran.

BACA: 

Baca juga: 90 Siswa Jalur Penghafal Kitab Suci Bersaing Masuk SMP Negeri

Nyeberang Jalan di Pagi Buta, Pejalan Kaki Ditabrak Motor  

Tersangka Agus mengatakan, mereka biasa menyasar lokasi dengan tempat parkir yang terbuka serta minim penjagaan. “Kami keliling cari parkiran dekat dengan jalan raya. Setelah itu, baru mencari helm yang diletakkan di spion atau di atas jok motor,” ucap Agus.

Pria yang sehari-hari bekerja membantu ayahnya di bengkel jok mobil itu mengatakan, biasanya helm target curian mereka bermerek dan memiliki nilai jual tinggi. “Kami ambil yang kisaran harga di atas Rp 400 ribu kalau baru. Nanti bisa dijual Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” imbuh Agus.

Kedua pelaku pun menawarkan barang curian mereka di grup jual beli media sosial. Mereka kemudian sepakat untuk melakukan COD (cash on delivery) di Taman Flora atau Kebun Bibit, Bratang. Alih-alih mendapat imbalan, keduanya malah dapat bogem mentah dan dipukuli massa. Mereka akhirnya mengakui bahwa helm yang dijual adalah hasil curian.

Agus mengungkapkan, dia mencuri lantaran uang hasil kerja di bengkel tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Enggak cukup, Pak, buat beli rokok,” katanya.

Sedangkan tersangka Anas yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ekspedisi rute Jakarta-Surabaya mengatakan, sejak pandemi Covid-19 menyerang setahun lalu, perusahaannya jarang mempekerjakannya dengan alasan tidak ada kiriman. “Saya sopir, tetapi beberapa bulan terakhir jarang bekerja. Makanya, saya bingung untuk beli makan dan rokok,” tutur Anas.

Kedua tersangka tersebut kemudian dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami mengamankan dua tersangka pelaku pencurian di mapolsek,” kata Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP