alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

90 Siswa Jalur Penghafal Kitab Suci Bersaing Masuk SMP Negeri

08 Juni 2021, 11: 31: 21 WIB | editor : Wijayanto

BERSAING MASUK SMP: Sejumlah siswa mengikuti ujian menghafal Alquran di kantor Kemenag Surabaya, Senin (7/6).

BERSAING MASUK SMP: Sejumlah siswa mengikuti ujian menghafal Alquran di kantor Kemenag Surabaya, Senin (7/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Calon peserta didik baru (CPDB) SMP untuk jalur prestasi penghafal kitab suci telah melakukan tes untuk penerima peserta didik baru (PPDB) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Senin (7/6).

Ada sebanyak 90 CPDB yang mengikuti tes selama tiga hari tersebut. Sebanyak 44 CPDB di hari pertama telah mengikuti tes menghafal kitab suci dari masing-masing agama. 

Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Husnul Maram menjelaskan, tes penghafal kitab suci dibagi tiga hari. Sedangkan untuk hari kedua Selasa (8/6) sebanyak 40 peserta, dan hari terakhir pada hari Rabu (9/6) sebanyak enam peserta. Dalam pelaksanaan tes ini, pihaknya menyediakan beberapa ruangan untuk dijadikan tempat tes. “Dalam tes ini, kami melibatkan pengawas, penyuluh, serta ahli sesuai dengan agamanya masing-masing,” katanya.

Baca juga: Libatkan Kapal Pesiar, Pemkot Serius Kembangkan Wisata Air & Heritage

Menurutnya, Kemenag Surabaya dalam tes ini hanya membantu Pemkot Surabaya dalam melakukan tes, karena ini adalah program kerja dari Pemkot Surabaya. Ia menjelaskan, karena ini berhubungan dengan hafalan kitab suci dari beberapa agama, maka yang terlibat dari Kemenag juga dari beberapa ahli di tiap agama.

“Kami di Kemenag punya lengkap, ada penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kami juga punya ahli di tiap-tiap agama. Mereka ini yang kami libatkan dalam tes ini,” jelasnya.

Kasi Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kota Surabaya Abdul Hakim menjelaskan, tes pengahapal jus itu diberikan waktu 15 - 20 menit. Setiap anak wajib menghapal lima jus Alquran. Meski begitu dirinya mengaku masih ada anak-anak yang hanya bisa menghapal kurang dari lima jus. Namun dirinya mengapresiasi anak-anak tersebut karena dengan gigih telah mempunyai hafalan Alquran. "Ya saya senang mereka semangat mengahafal. Tapi ketentuan syarat yang bisa lolos hanya yang hafal lima jus," ungkapnya.

Pengawas Agama Katolik Kemenag Kota Surabaya Aloysius Purnomo mengatakan, pada tes hari pertama ada lima peserta untuk penghafal kitab suci agama Katolik. Rata-rata, peserta memilih Mazmur pada Hari Raya Pantekosta. “Satu yang memilih Mazmur Perayaan Natal,” jelasnya.

Plt. Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengatakan, total pendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci sebanyak 90 peserta. Rinciannya, pendaftar Agama Islam sebanyak 34 siswa, Agama Hindu 11 siswa, Agama Katolik 9 siswa, dan Agama Kristen 36 siswa.

“Secara umum, ketentuan jalur penghafal kitab suci dapat diikuti oleh CPDB yang memiliki kartu keluarga Kota Surabaya serta sudah melakukan validasi dan mendapatkan PIN pendaftaran,” jelasnya.

Aji mengungkapkan, peserta yang lulus tes hafalan kitab suci langsung menerima surat keterangan dari Kemenag Kota Surabaya. Surat keterangan tersebut menerangkan bahwa peserta dengan hasil tes lulus. Dengan demikian, siswa tersebut dapat mendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci ketika pendaftaran sudah dibuka pada 16-20 Juni mendatang. "Berita acara ini harus diunggah oleh pendaftar saat jalur penghafal kitab suci sudah dibuka,” ujar Aji.

Dalam hafalan kitab suci tersebut setiap agama menetapkan kriteria hafalan yang berbeda. Agama Islam  berlaku jumlah hafalan lima juz di dalam Alquran. Agama Kristen dengan jumlah hafalan 30 juz Alkitab yang diambil dari materi pelajaran Pendidikan Agama Kristen sesuai Kurikulum Nasional 2013 kelas 4, 5, dan 6. Begitu juga dengan agama-agama lainnya sesuai yang ditentukan. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP