alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
RS di Surabaya Siap Tampung Pasien Bangkalan

RS dr Sutomo Masih Sepi, RS Lapangan Siap Jadi Penyangga

07 Juni 2021, 15: 42: 11 WIB | editor : Wijayanto

SEPI: Suasana di ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di RSUD dr Soetomo Surabaya, tampak lengang, Minggu (6/6).

SEPI: Suasana di ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di RSUD dr Soetomo Surabaya, tampak lengang, Minggu (6/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Jatim dan RSUD Bangkalan untuk ikut membantu penanganan pasien Covid-19. “Kami sudah berkoordinasi dengan RSUD Bangkalan mengenai peralatan apa saja yang kurang. Insya allah nanti akan dapat bantuan dari Kemenkes dan obat kita perbantukan,” kata Joni.

Joni menegaskan, dalam penanganan Covid-19 di Bangkalan, semua pihak harus saling bantu. Pihaknya tidak ingin terjadi masalah terkait penanganan virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.  “Manajemen penanganan Covid-19 juga kita kirim, termasuk mobil PCR dari Dr Soetomo sudah kita kirim ke sana (Bangkalan, Red) untuk tracing. Nanti kita sambil memformulasikan kebijakan yang pas untuk Bangkalan,” ujar dr. Joni. 

Saat ini, lanjut dr. Joni, kondisi pasien Covid-19 di Surabaya, khususnya yang dirawat di RSUD Dr Soetomo jumlahnya masih rendah. Jumlah pasien yang dirawat total ada 38 pasien dari 250 kapasitas yang tersedia.  “ICU kita sekarang terisi hanya lima pasien, ada dua pasien dari Bangkalan yang juga kita rawat di ICU dan beberapa dirawat di ruang lain. Kemudian, mekanisme sudah kita permudah, apabila ada pasien sedang berat dari Bangkalan bisa dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Kita sudah punya grup khusus saling komunikasi bantu Bangkalan,” urainya.

Baca juga: Patroli Malam di Kawasan Rawan, Cokok Dua Maling Motor

Pihaknya melanjutkan, selama dirujuk nantinya akan dilakukan pengambilan sampel pasien dari Bangkalan. Hal itu dilakukan untuk meneliti whole genome sequencing, apakah ada varian baru atau tidak. 

Di sisi lain, RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya juga telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19 rujukan asal Bangkalan. 

Penanggung Jawab RSLI Laksma dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara melalui Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) RSLI, Radian Jadid menyampaikan, pihaknya masih terus berkoordinasi terkait hal tersebut. “RSLI selalu siap menjadi penyangga. Kondisi pasien di RSLI saat ini totalnya 99 orang, sedangkan kapasitas bed 400. Jadi masih bisa, dan siap menampung limpahan pasien sebanyak 200 orang,” kata Jadid. 

Pihaknya menambahkan, dr Nalendra selaku penanggungjawab juga akan mempertimbangkan untuk penambahan bed. Jika pasien sudah diatas 300 orang. “Kalau kondisi darurat atau mendesak pasien sudah di atas 300 orang, dr Nalendra akan mempertimbangkan untuk penambahan bed ke BNPB,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Syarifah Rato Ebu, Bangkalan, dr Nunuk Kristiani melalui surat resminya kepada bupati Bangkalan memohon untuk menutup sementara layanan IGD selama tiga hari terhitung sejak 5 hingga 8 Juni 2021.

Penutupan layanan IGD ini sengaja diambil untuk melindungi tenaga kesehatan yang ada. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian juga dialami oleh beberapa tenaga kesehatan, sampai-sampai ada nakes yang dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, Kadinkes Jatim, dr Herlin Ferliana melalui surat nomor 005/8737/102.4/2021 dalam hal penanganan kasus Covid-19 Kabupaten Bangkalan meminta sejumlah RS penyangga di Surabaya agar membantu rujukan pasien dari RSUD Syarifah Rato Ebu, Bangkalan. 

RS penyangga yang disebutkan dalam surat tersebut adalah, RSUD dr. Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad. (rmt/mus/opi/rek)

(sb/rmt/mus/jay/JPR)

 TOP