alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gabungkan Wisata Mangrove Wonorejo - Gunung Anyar, Pemkot Tunggu APBN

07 Juni 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIKEMBANGKAN: Wisata perahu dan sepeda air di kawasan mangrove Gunung Anyar.

DIKEMBANGKAN: Wisata perahu dan sepeda air di kawasan mangrove Gunung Anyar. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wisata Mangrove Wonorejo bakal dihubungkan dengan Mangrove Gunung Anyar. Rencana pengabungan hutan mangrove sekitar 46 hektare itu ada sejak pemerintahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Namun, saat ini masih tertunda dengan adanya pandemi Covid-19.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Rahmad Kodariawan menjelaskan, pihaknya telah membenahi  sisi mangrove Gunung Anyar hingga Medokan Sawah. Mulai dari pembenahan kecil-kecil seperti gazebo. Sementara  di kawasan Wonorejo masih menunggu pembebasan lahan. "Ya, step by step kita perbaiki yang kecil-kecil dulu. Yang bisa kita kerjakan kita intervensi," ujar Rahmad.

Untuk melakukan pengabungan kedua lahan mangrove tersebut dibutuhkan perencanaan yang matang. Bahkan, melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), dan tentunya Pemkot Surabaya. "Teman-teman LIPI sudah menanyakan karena setiap satu tahun kita bikin laporan ke LIPI," imbuhnya.

Baca juga: Aji Mengaku Punya Banyak Waktu Perbaiki Persebaya

Selain LIPI, YKRI sudah membantu juga melakukan penambahan bibit mangrove. Namun, yang paling ditunggu intervensi dari PUPR karena berkaitan dengan sarpras. "Yang dari PUPR belum turun anggarannya. Selama ini rencana anggaran Rp 50 miliar untuk sarpas sudah dilakukan pemkot untuk perbaikan step by step. Untuk anggaran pastinya dari APBN tapi belum tahu berapa nilainya," kata dia.

Kebun Raya Mangrove harus memenuhi unsur edukasi, wisata, dan penelitian. Sehingga empat lembaga tersebut turut serta dalam pembangunan pengabungan kedua mangrove tersebut. Saat ini luas lahan yang sudah mulai digarap mencapai 14 hektare. Gunung Anyar 4,3 hektare dan Medokan Sawah 10 hektare. 

Nantinya Kebun Raya Mangrove itu akan dilengkapi diorama di pintu masuk yang menceritakan tentang kebun raya mangrove. Rohmad menjelaskan, nantinya pintu masuk akan ditempatkan di Gunung Anyar sehingga kini akan dibenahi. Para pengunjung yang masuk ke Kebun Raya Mangrove akan menggunakan bus kecil yang disediakan khusus. Kemudian berhenti hingga pintu masuk.

''Di sekitarnya ada diorama, ada edukasi, wisata, dan penelitian masuk semua. Jadi, masih panjang rencana kebun raya mangrove ini," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP