alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tunggu Hasil Asesmen, Simulasi PTM Butuh Waktu Dua Pekan

07 Juni 2021, 01: 38: 42 WIB | editor : Wijayanto

TAAT PROKES: Sejumlah siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 1 Surabaya.

TAAT PROKES: Sejumlah siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 1 Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Surabaya, saat ini masih terus dimatangkan. Terutama mengenai protokol kesehatan (prokes) di masing-masing sekolah, harus terpenuhi dengan sangat baik. Saat ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya tengah menunggu hasil penilaian asesment yang telah dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

PTM di Surabaya akan dilakukan pada bulan Juli mendatang. Dari data yang dihimpun, saat ini sudah ada 345 sekolah, baik negeri maupun swasta, yang telah mengajukan penilaian asesmen PTM.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengatakan, persiapan PTM sudah dirapatkan dengan para kepala sekolah. Setelah dilakukan asesmen akan dilakukan penilaian. Namun sebelum PTM berjalan, pihaknya akan melakukan simulasi yang dilakukan oleh sekolah yang layak sesuai penilaian dari Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Baca juga: Haji 2021 Batal, Daftar Tunggu Haji Jatim Jadi 31 Tahun

”Jadi sekolah yang layak akan dilakukan simulasi PTM. Butuh waktu dua minggu untuk melakukan simulasi PTM. Harapannya, Juli nanti PTM di Surabaya mulai berjalan,” kata Tri Aji.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menunggu penilaian asesmen dari Tim Satgas Covid-19. Aji menyebutkan sekolah yang sudah melakukan simulasi PTM pada Desember lalu, tidak segampang saat ini. Sehingga asesmen dan simulasi itu bukan hanya proses administrasi semata. Harus benar-benar dipersiapkan secara matang.

”Ya karena kalau melihat kenyataan di lapan gan, banyak hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan. Terutama SDM dan sarpras (sarana dan prasarana). Supaya nanti saat PTM tidak akan kelabakan,” ungkapnya.

Simulasi jelang PTM nantinya akan dilakukan oleh beberapa sekolah yang lolos penilaian. Jadi tidak semua mendapatkan rekom untuk menggelar PTM. ”Prinsip bagi yang sudah rekom dari Tim Satgas Covid-19, kami akan lakukan simulasi. Jadi bertahap akan dilakukan itu. Harapannya semakin lama sekolah lain juga bertambah dan mengikuti kelayakan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, saat ini tim asesmen telah melakukan penilaian. Mulai dari bilik sterilisasi, wastafel, hingga alat pengecek suhu. ”Jadi yang sudah melakukan asesmen ini langsung kami cek untuk dinilai,” katanya.

Irvan memberikan catatan adanya sejumlah poin yang harus menjadi perhatian agar pembukaan sekolah tidak menyebarkan virus Corona. Yakni, semua guru yang hendak mengajar dipastikan telah mendapatkan dua kali vaksin. Guru dan siswa wajib menggunakan masker, menjaga jarak, serta mengggunakan face shield. Siswa diminta untuk tidak saling meminjam peralatan sekolah.

”Selain itu, siswa juga diwajibkan untuk membawa makanan sendiri dari rumah karena kantin sekolah akan ditutup untuk menghindari kerumunan. Sehingga istirahatnya di dalam kelas,” jelas Irvan.

Sementara itu, pengamat pendidikan Martadi menjelaskan, langkah yang diambil oleh Kemendikbud ini harus dipastikan dulu, sekolah, terutama di Surabaya, apakah semua guru sudah mendapatkan vaksin secara menyeluruh. Tak hanya itu, tenaga non pendidik juga harus dipastikan mendapatkan vaksin secara menyeluruh pula.

Oleh karena itu pihaknya mengusulkan sebaiknya Dispendik Kota Surabaya melakukan upaya simulasi PTM sembari mengawal dan mengevaluasi sekolah yang betul-betul siap atas PTM. ”Kan ini tahun ajaran baru akan segera dimulai. Jadi kalau Juli dijadikan pembelajaran tatap muka harus simulasi dulu,” jelasnya.

Menurut dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu, saat ini 75 persen orang tua dan siswa berharap sekolah dilakukan secara tatap muka. Untuk itu, dispendik seharusnya segera merancang inovasi untuk simulasi sebelum PTM dilakukan.

“Syarat tatap muka harus dipastikan betul sesuai SOP yang sudah diatur sesuai SE No 15 tahun 2020 itu. Sehingga membuat tenang orang tua ketika dilakukan tatap muka,” pungkasnya. (rmt/opi)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP