alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ibu-Anak Adu Kompak dan Kreatif Menghias Kipas

31 Mei 2021, 16: 55: 23 WIB | editor : Wijayanto

MUSIM PANAS: Sejumlah peserta melukis kipas dengan berbagai gambar dalam lomba menghias kipas yang digelar di Lenmarc Mall Surabaya dalam rangka memeriahkan HJKS ke-728.

MUSIM PANAS: Sejumlah peserta melukis kipas dengan berbagai gambar dalam lomba menghias kipas yang digelar di Lenmarc Mall Surabaya dalam rangka memeriahkan HJKS ke-728. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-728 sebanyak 25 kelompok terdiri dari ibu dan anak kompak saling adu kreatif. Mereka berlomba menghias kipas berbahan kanvas di lantai UG Lenmarc Mall Surabaya.

Bukan hanya sambut HJKS Kota Pahlawan, lomba menghias kipas ini juga untuk menyambut awal musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung. Oleh karena itu, tema menghias kipas tersebut adalah musim panas.

Marcom Lenmarc Mall Kukuk F Soeharno mengatakan, event yang berlangsung kali ini merupakan bagian dari semarak Hari Jadi Kota Surabaya. Tujuannya, lomba ini adalah untuk mengasah kreativitas anak-anak selama pandemi. 

Baca juga: Gerebek Maling Hape, Dua Polisi Malah Terluka

“Anak-anak kan selama ini sekolah di rumah, pastinya kan bosan. Jadi kami mengajak mereka dengan dampingan orang tua untuk mengasah kembali kreativitasnya,” kata Kukuk.

Lomba menghias kipas ini diikuti oleh peserta mulai yang duduk di bangku SD hinga SMP. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, yaitu anak dan ibu. Kebanyakan, Kukuk menerangkan, saat lomba kemarin para peserta menghias kipas berbahan kanvas dan bambu dengan diameter 50 cm dengan gambar bunga. 

Kukuk menuturkan, alat yang digunakan oleh peserta juga bebas. Ada yang menggunakan payet dan lem, ada pula memakai cat air dan pensil warna. Sedangkan penilaiannya, dilihat dari segi kerapihan, keunikan dan ide gambarnya. “Mungkin karena temanya musim panas itu ya jadinya gambarnya rata-rata bunga,” jelas Kukuk. 

Para peserta tidak hanya dari Surabaya, akan tetapi juga diikuti oleh peserta dari kota lain, seperti Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo. Setelah proses menghias, para peserta diperbolehkan untuk membawa kipas untuk dipakai. “Jadi mereka akan merasa bangga ketika menggunakan kipas dengan gambar yang mereka hasilkan sendiri,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP