alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Karyawan Nekat Curi Laptop Kantor dan Tipu Konsumen Rp 15 Juta

26 Mei 2021, 23: 56: 14 WIB | editor : Wijayanto

AKAL BULUS: Tersangka Stephen Irawan Martawinata diamankan bersama barang bukti di Polsek Sukolilo.

AKAL BULUS: Tersangka Stephen Irawan Martawinata diamankan bersama barang bukti di Polsek Sukolilo. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pria satu ini nekat mencuri laptop perusahaan tempatnya bekerja di PT Indobake, Jalan Dr Ir Soekarno, Surabaya. Stephen Irawan Martawinata, 38, warga Babatan Pantai Utara, ditangkap di Perumahan Swan Cristal Menganti Park, Gresik. 

Pria yang bekerja menjadi marketing di perusahaannya tersebut juga menipu pelanggannya. Ia menipu konsumen yang tidak tahu jika dirinya sudah resign. Konsumen telanjur mentransfer uang sebesar Rp 15 juta. "Uang hasil penipuan ini yang digunakan untuk kontrak rumah baru di perumahan," jelas Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana, kemarin.

Pencurian itu kali pertama diketahui Wilsen, atasan  Stephen Irawan Martawinata. Ia datang ke kantor dan mencari laptop di lantai satu. Laptop tersebut tidak ada. Ia sempat mencari lagi di semua ruangan tapi tidak juga ditemukan.

Baca juga: Sebabkan Gelombang Tinggi, Angin Kencang dan Genangan di Daratan

Sang atasan kemudian mengecek rekaman CCTV di kantor. Dari rekaman tersebut diketahui Stephen yang mengambil laptop terakhir kali saat jaga shift malam. 

Kecurigaan bahwa laptop itu dicuri semakin menjadi setelah tersangka tidak masuk kerja. Ketika dihubungi ponselnya juga tidak aktif. Polsek Sukolilo yang mendapat informasi lalu mencari keberadaan tersangka dan akhirnya menangkapnya di Menganti, Gresik. Polisi juga mengamankan laptop curian tersebut.

Tersangka Stephen mengaku mengambil laptop dan membawanya ke lantai dua. Namun, tidak membawa masuk melainkan ditaruh depan pintu. Selanjutnya, laptop tersebut dimasukkan dalam tasnya. Dengan harapan tidak sampai terlihat CCTV. Sementara uang hasil penipuan juga sudah habis.

"Ia mengaku mendapat uang tunjangan hari raya (THR) dari perusahaannya Rp 15 juta ke istrinya dan digunakan untuk kontrak serta beli laptop," katanya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP