alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

76 Pekerja Migran Asal Jatim Positif Covid-19, 359 Jalani Karantina

17 Mei 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

TINJAU: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berbincang dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

TINJAU: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berbincang dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri, telah pulang ke Jatim, sejak awal April lalu. Tercatat ada 8.188 PMI yang telah tiba di Jatim, selama periode 8 April-13 Mei.

Saat tiba di Jatim, para PMI ini harus menjalani karantina di Asrama Haji Indonesia Sukolilo, Kota Surabaya. Dari jumlah PMI yang telah tiba di Jatim tersebut, sebanyak 76 orang dinyatakan positif Covid-19. Kemudian 359 PMI yang masih menjalani masa karantina aktif. Kedatangan PMI diperkirakan akan berlangsung hingga Juli mendatang.

"Proses karantina ini, merupakan usaha untuk memastikan bahwa para pekerja migran dan keluarga mereka tetap aman dan terjaga dari penyebaran Covid-19," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Pembatasan Masuk Surabaya Masih Berlaku, tapi Tak Seketat saat Lebaran

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, Pemprov Jatim menerapkan tiga lapis upaya penanganan Covid-19 . Saat tiba Jatim, akan diswab PCR. Jika hasilnya negatif dapat dijemput daerahnya dan pulang untuk dilanjutkan karantina lokal. Kalau positif Covid-19 dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura. "Saat ini tercatat 76 yang positif," ungkapnya.

Khofifah menambahkan, PMI yang habis masa kontraknya tidak boleh dibiarkan overstay. Karena, urusan kepulangan dan pengkarantinaan telah menjadi tugas Pemprov Jatim. Maka dari itu, dirinya pun memastikan bahwa PMI yang hasil swabnya telah terbukti negatif dapat langsung dijemput oleh daerah dimana mereka berasal.

"Bukan hanya dari luar negeri, yang datang dari kota lain dari luar Jatim pun harus melakukan karantina. Ini untuk memastikan agar kita bisa melindungi orang yang kita cintai di keluarga kita masing-masing," tuturnya. 

PMI yang telah dinyatakan negatif, lanjut Khofifah akan dikoordinasikan dengan Pemprov dan Pemda masing- masing. PMI ini juga dilengkapi surat keterangan negatif Covid-19 dan surat jalan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Setiba di daerah mereka, PMI akan dikarantina di sentra shelter selama tiga hari.

Setelah itu, PMI akan menjalani swab kedua, diikuti dengan PPKM Mikro selama 14 hari. Ini berlaku baik bagi PMI asal Jatim maupun Provinsi luar Jatim. "Karantina berlapis harus dilakukan agar semua senantiasa terlindungi dan dipastikan sehat, baik keluarga yang ada di kampung, pun PMI sendiri," pungkasnya.  (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP