alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ketersediaan Bahan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

17 Mei 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

TAK PERLU KHAWATIR: Pasokan bahan pokok, khususnya bahan pokok peternakan dipastikan aman dan mencukupi, termasuk ayam yang harganya naik sejak awal Ramadan.

TAK PERLU KHAWATIR: Pasokan bahan pokok, khususnya bahan pokok peternakan dipastikan aman dan mencukupi, termasuk ayam yang harganya naik sejak awal Ramadan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur terus melakukan pemantauan stok pangan berikut dengan kenaikan harga pangan di Jatim. Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan mengatakan, pantauan ketersediaan pangan dilakukan di 116 pasar yang tersebar di Jatim.

Hasil pantauan bisa dilihat masyarakat dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jatim (Siskaperbapo). ”Ketersediaan bahan pokok kita baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran kita akan pantau terus,” terangnya.

Sementara itu Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur menyebut ketersediaan bahan pokok peternakan masih surplus dan bisa menyuplai provinsi lain. Dari data Disnak Jatim pada ketersediaan kebutuhan bahan pokok selama April-Mei 2021, ketersediaan daging sapi 21.127 ton sedangkan kebutuhan 20.949 ton, sehingga ada stok 178 ton.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di RSLI Capai 96,23 Persen

Ketersediaan daging ayam 87.200 ton sedangkan kebutuhan 73.119 ton, sehingga ada stok 14.081 ton. Kemudian untuk ketersediaan telur 99.713 ton dengan kebutuhan 91.562 ada stok 8.151 ton.

Plt Kepala Disnak Jatim Muhammad Gunawan Saleh mengatakan, piahknya melakukan berbagai langkah untuk menambah frekuensi penyebarluasan informasi terhadap ketersediaan dan harga. Selain itu, kelancaran distribusi dan transportasi barang maupun jasa peternakan.

”Kemudian penyiapan stok barang di cold storage. Keseimbangan jumlah barang antar daerah. Pemotongan dan penyimpanan dilakukan sebelum hari H,” paparnya.

Lebih lanjut Gunawan meminta masyarakat tidak perlu risau terkait ketersediaan daging ayam di Jatim, karena stoknya surplus. Menurutnya, meskipun ada kemungkinan terjadi kenaikan tetapi masih terjangkau. “Kami berharap ketersediaan yang cukup ini tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga daging ayam di luar kewajaran, Disnak Jatim bekerja sama dengan Disperindag Jatim juga aktif menggelar operasi pasar yang sudah terjadwal dengan baik. Selain itu juga mengirim surat ke dinas peternakan kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan.

“Kami memiliki pengawas yang tersebar di seluruh Jatim. Tugasnya melakukan pemantauan, pemeriksaan hingga pengawasan produk ternak yang beredar di pasaran,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP