alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pembatasan Masuk Surabaya Masih Berlaku, tapi Tak Seketat saat Lebaran

17 Mei 2021, 08: 40: 59 WIB | editor : Wijayanto

KANALISASI: Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di check point larangan mudik di Bundaran Waru depan Mal Cito Surabaya.

KANALISASI: Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di check point larangan mudik di Bundaran Waru depan Mal Cito Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penyekatan larangan mudik dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2021 resmi berakhir, hari ini (17/5). Namun, pembatasan untuk kendaraan dari luar Rayon I (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto) terus diberlakukan hingga 24 Mei mendatang.

Penyekatan arus lalu lintas itu terus dilakukan di 13 titik pintu masuk Kota Surabaya. Namun, angkutan umum sudah bisa beroperasi kembali. Karena itu, petugas lebih selektif dalam melakukan penyekatan. Berbeda dengan sebelum Lebaran yang memang sangat ketat.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra mengatakan, setelah Operasi Ketupat Semeru 2021 penyekatan tetap diberlakukan. Penyekatan nantinya tetap diberlakukan sama. Namun, pengendara yang hendak kerja tetap diperbolehkan masuk.

Baca juga: 203 Pengendara Dites Antigen di Pos Penyekatan, Tak Ada Yang Reaktif

Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di check point larangan mudik di bundaran Cito, Menanggal, Surabaya.

Petugas gabungan memeriksa kendaraan yang melintas di check point larangan mudik di bundaran Cito, Menanggal, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Pengendara dengan kendaraan di luar plat L dan W akan diminta surat tugas. “Pengendara tetap akan kami periksa untuk antisipasi masih adanya warga yang mudik,” ujarnya. Penyekatan terus diberlakukan seminggu setelah 17 Mei. Namun, tidak seketat saat jelang hari raya.

Angkutan umum yang mulai beroperasi juga menjadi pertimbangan. Selama bisa menunjukkan surat tugas maupun hasil tes antigen masih diperbolehkan melintas. Apalagi mayoritas pekerja mulai masuk. “Kami buat skala prioritas namun tetap selektif,” ungkapnya.

Mengenai penutupan beberapa kawasan physical distancing di ruas jalan utama Kota Surabaya seperti Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan, menurut Teddy, masih terus diberlakukan setiap hari. Hingga ada perintah untuk membuka kembali jalur utama tersebut.

Ini dilakukan karena kawasan Darmo dan Tunjungan banyak digunakan sebagai tempat berkumpul. “Kami akan tetap tutup kawasan physical distancing hingga waktu yang belum ditentukan. Ini untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP