alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

KHOFIFAH: Hoax Pesan Berantai Kasus Covid-19 di Jatim Meledak

17 Mei 2021, 06: 31: 41 WIB | editor : Wijayanto

BRIEF: Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim memberikan keterangan pers perkembangan covid-19 di Jatim.

BRIEF: Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim memberikan keterangan pers perkembangan covid-19 di Jatim. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pesan berantai yang beredar melalui salah satu aplikasi media sosial terkait meningkatnya jumlah pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten/Kota di seluruh Jatim adalah hoax. Menurutnya hingga saat ini perkembangan Covid-19 di Jatim masih terkendali.

Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per 14 Mei menunjukkan kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 150.901 dengan penambahan kasus aktif baru 141 kasus. Sedangkan yang  dinyatakan sembuh bertambah 173 dan meninggal dunia bertambah 15 orang.

Situasi Covid-19 di Jatim saat ini 1.614 orang dalam perawatan atau 1,07 persen.  Sementara sebanyak  138.310 terkonfirmasi sembuh atau 91,66 persen, dan 10.977 terkonfirmasi meninggal dunia atau 7,27 persen. "Kasus Covid-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa. Jawa Tengah 7.277 kasus, DKI Jakarta 7.792 kasus, dan Jawa Barat dengan 29.104 kasus aktif," terangnya.

Baca juga: Pelaku UMKM Semakin Optimis Kondisi Akan Lebih Baik

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan bahwa posisi zonasi kabupaten/kota di seluruh Jatim sampai hari ini pun tidak ada yang berada di zona merah. Untuk zona kuning ada 12 Kabupaten Kota diantaranya Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Situbondo, Tuban dan Jember.

Sedangkan sisanya sebanyak 26 Kabupaten Kota berada di zona oranye. Diantaranya Kediri, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kota Kediri, Sidoarjo, Madiun, Kota Pasuruan, Kota Malang, Nganjuk, Ngawi, Kota Batu, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Kota Blitar, Blitar, Kota Madiun, Pacitan, Jombang, Tulungagung, Kota Probolinggo, Gresik, Banyuwangi, Mojokerto, Malang, dan Bojonegoro.

"Saya mengajak kepada kita semua agar tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan, mencuci tangan dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.  Saya juga memohon agar silaturahmi atau halal bihalal sementara dilakukan secara virtual, begitu pula dengan wisata sebaiknya ditunda. ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Jatim," katanya. 

Khofifah menegaskan, bahwa seluruh hal yang terkait dengan rangkaian liburan Idul Fitri hingga pasca bisa terkawal, termonitor, dan terkendali terkait penyebaran Covid-19. Begitu juga dengan tempat-tempat wisata harus menyiapkan protokol kesehatan ketat, dan dipastikan tidak berada di zona merah berbasis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Selain itu, persentase dari pengunjung wisata harus termonitor dan terkendali.

“Suasananya masih pada posisi pengendalian penyebaran Covid-19 yang harus diikuti oleh semua pihak, termasuk seluruh elemen masyarakat yang ingin mengunjungi destinasi wisata. Mohon semuanya tetap menggunakan masker dan pada area rayon tertentu,” pinta gubernur perempuan pertama di Jatim ini saat meninjau lokasi wisata di Batu. 

Khofifah juga mengingatkan, tak hanya pengelola wisata, seluruh pengunjung wisata juga harus saling menjaga dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga penggunaan masker menjadi satu kesatuan dari upaya menjaga kesehatan dan perlindungan.

Sementara bagi yang ingin berkunjung ke  tempat wisata, lanjut Khofifah, harus berada dalam satu rayon. Jika ada yang dari luar rayonnya, masih belum dimungkinkan. "Masyarakat yang berada dalam satu rayon tetap bisa berwisata sesuai dengan rayon, protokol kesehatan juga harus dijaga oleh semua pihak. Mohon semuanya kembali bersabar untuk bisa menjaga segala sesuatunya aman, terkendali, terkawal dan termonitor dengan baik," tuturnya.

Terkait kondisi penyekatan di Jatim,  Khofifah melaporkan, sesuai data dari Polda Jatim, kendaraan yang telah diperiksa sebanyak 215.997 unit. Dari jumlah itu, kendaraan yang diputar balik sebanyak 43.665 unit. Untuk travel gelap yang diamankan sebanyak 19 armada. Sementara untuk swab antigen telah dilakukan pada sebanyak 3.197 orang. Dari total tersebut, terdapat sebanyak 21 orang terkonfirmasi positif.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim Sri Subiati berharap Pemprov Jatim melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus penyebaran Covid-19. Menurutnya, antisipasi ini perlu karena dari pantauan yang ada, meski pelarangan mudik dilakukan masih ada masyarakat yang lolos dan berkumpul bersama keluarga di desa. 

"Yang ironis mereka ada yang tidak melakukan karantina sebagaimana yang diharapkan. PPKM mikro di desa RT atau RW masih banyak yang tidak menerapkan aturan ketat dan tegas seperti yang diharapkan ketika ada yang datang dari rantau. Ini harus bisa dimaklumi, sebab satu sisi ini  urusan kemanusiaan. Mereka datang silaturrahmi pada orang tua dan familinya yang sudah lama tidak ketemu," ungkapnya.

Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim ini menambahkan pasar, mall dan tempat wisata juga dimanfaatkan bagi masyarakat yang tidak mudik. Menurutnya ini sangat berpotensi menimbulkan klaster baru. 

"Antisipasi ini perlu dilakukan Pemprov Jatim agar lonjakan kasus Covid-19 tidak terjadi seperti pasca lebaran tahun 2020 seperti tahun 2020. Ingat kita pernah alami lonjakan kasus yang cukup tinggi di Jatim tahun lalu pasca lebaran, yang itu cukup membuat kita di Jatim kerepotan," pungkasnya.  (mus) 

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP