alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polda Bongkar Sindikat Pembuat Surat Rapid Tes Antigen dan PCR Palsu

15 Mei 2021, 08: 43: 27 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Polisi menunjukkan kelima tersangka sindikat pembuat dan penjual dokumen palsu rapid tes antigen dan swab PCR.

RILIS: Polisi menunjukkan kelima tersangka sindikat pembuat dan penjual dokumen palsu rapid tes antigen dan swab PCR. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Polda Jatim berhasil membongkar sindikat pemalsu surat hasil rapid tes antigen dan swab PCR palsu untuk warga yang ingin mudik. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Polda Jatim. 

Tersangka adalah Nasiful Huda (NH), 33, warga Jalan KH Hasbullah, Kelurahan Banjarejo, Pagelaran, Malang; Subur Gunawan (SG), 36, warga Kelurahan Pabean, Sedati, Sidoarjo; M Zulfi Adha (MZA), 22,  warga Desa Pagerwojo RT 17 RW 04, Buduran, Sidoarjo; Ibrahim Bajuri (IB), 51, warga Jalan Malik Ibrahim, Kwangsan RT 06 RW 03, Sedati, Sidoarjo; dan Aldi (AF), 27, warga Jalan Petukangan, Ampel, Surabaya.

Terbongkarnya kasus ini bermula saat anggota Timsus Subdit III Jatanras Polda Jatim mendapatkan informasi terkait adanya praktik penjualan surat keterangan hasil rapid test Covid-19 ilegal. 

Baca juga: Libur Lebaran, Bengkel dan Dealer Astra Daihatsu Tetap Beroperasi

DOKUMEN: Barang bukti uang Rp 1, 2 juta, empat lembar hasil rapid tes swab antigen, blanko kosong rapid tes swab antigen, kop surat RS Sheila Medika, satu bendel surat rapid tes antigen.

DOKUMEN: Barang bukti uang Rp 1, 2 juta, empat lembar hasil rapid tes swab antigen, blanko kosong rapid tes swab antigen, kop surat RS Sheila Medika, satu bendel surat rapid tes antigen. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Selanjutnya, anggota timsus mencoba memesan kepada tersangka Subur dengan harga Rp 200 ribu per surat. Setelah surat keterangan hasil rapid test tersebut diterima anggota, selanjutnya pelaku langsung diamankan beserta barang bukti. "Setelah diinterogasi, pelaku mengaku memesan surat tersebut dari tersangka NH," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko. 

Beberapa saat kemudian, tersangka Nasiful Huda datang untuk mengantarkan pesanan lainnya dari tersangka Subur. Saat itu juga anggota mengamankan Nasiful Huda. Tersangka Nasiful mengaku membuat sendiri dokumen palsu tersebut dengan laptop dan printer dengan mengatasnamakan RS Shelila Medika Sidoarjo yang blanko atau formnya sudah ada di laptop pelaku. 

Dari hasil pengembangan, lanjut Gatot, kembali diamankan dua pelaku lain. Mereka adalah MZA dan IB. Keduanya memiliki peran membantu memasarkan surat rapid tes palsu. Selain itu, polisi juga meringkus AF yang berperan sebagai pembuat dan pencetak surat rapid tes palsu.

"Tersangka mengaku sudah melakukan pemalsuan dokumen tersebut kurang lebih empat bulan dan telah mencetak kurang lebih 600 lembar surat keterangan hasil rapid test swab antigen palsu," sambungnya.

Tersangka NH diketahui sebelumnya adalah karyawan sebagai office boy (OB) RS Sheila Medika yang telah diberhentikan empat bulan yang lalu.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, yang berperan sebagai marketing adalah tersangka SG, MZA dan IB. "Yang dua sebagai pembuat," ucapnya. 

Menurut Totok, ketiga tersangka (SG, MZA dan IB) membeli surat palsu dari pembuat (NH) seharga Rp 100 ribu untuk surat keterangan hasil swab antigen dan Rp 400 ribu untuk surat keterangan hasil swab PCR. Oleh ketiganya, kemudian dijual kepada pemesan Rp 200 ribu untuk surat hasil swab antigen dan Rp 650 ribu untuk hasil swab PCR. 

"Para pemesan adalah para penumpang pesawat terbang dan penumpang travel untuk mudik," tegasnya. Berdasarkan interogasi, lanjut Totok, perharinya tersangka mencetak rata-rata 3 surat keterangan hasil swab PCR palsu dan 5 surat keterangan hasil rapid test antigen palsu. 

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti uang Rp 1, 2 juta, empat lembar hasil rapid tes swab antigen, blanko kosong rapid tes swab antigen, kop surat RS Sheila Medika, satu bendel surat rapid tes antigen dan seperangkat komputer. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 263 ayat (1) Subsider Pasal 268 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP