alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Banyak Pemudik Nekat, Pilih Tunggu di Luar Terminal

13 Mei 2021, 22: 19: 43 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Kadishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad berbincang dengan penumpang non-mudik dalam tinjauannya di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW), Selasa (11/5).

SIDAK: Kadishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad berbincang dengan penumpang non-mudik dalam tinjauannya di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW), Selasa (11/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jelang lebaran, terminal Tambak Osowilangon tampak lengang. Namun dari pantauan Radar Surabaya, untuk menghindari petugas terminal, pemudik lebih memilih menunggu di pintu keluar bus. Karena di dalam terminal petugas akan menanyai keperluan penumpang yang hendak menaiki bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad turun langsung ke TOW untuk mengecek kondisi terminal, armada hingga penumpang, Selasa (11/5) siang. Irvan pun mengecek satu per satu penumpang yang sudah menaiki bus.

Saat itu hanya ada satu bus yang menunggu penumpang. Bus Dali Prima jurusan Surabaya-Bojonegoro sudah ditempeli stiker sehingga bus hanya diperuntukkan untuk non pemudik. Menurut Irvan, untuk mengantisipasi pemudik jelang lebaran ini.

Baca juga: Tujuh Orang dari Perguruan Silat dan Penjaga Ruko Jadi Tersangka

Pihaknya terus memantau pergerakan pemudik di dua terminal besar di Surabaya, yakni Purabaya dan TOW. Masih banyak penumpang yang ingin mudik, namun pihaknya melakukan pengetatan dan jumlah armada bus yang terbatas karena bus harus berstiker untuk angkut penumpang non pemudik. Sehingga penumpang seringkali mondar-mandir mengecek keberadaan bus di terminal.

“Ya untuk antisipasi pemudik jelang lebaran, kami rutinkan untuk siaga dan menempatkan personil untuk mengimbau pemudik yang nekat menaiki bus,” katanya.

Irvan menjelaskan, saat ini bus yang boleh berjalan yakni bus yang berstiker. Karena sudah ada ketentuan yang tertuang dalam surat nomor AJ.201/1/19/DRJD/2021 tentang pemasangan stiker bus AKAP dan AJAP selama pengendalian transportasi angkutan lebaran 2021.

Perjalanan yang diperbolehkan antara lain bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa atau lurah setempat yang bertanda tangan basah atau elektronik.

“Kami tegaskan bahwa bus dengan stiker khusus ini bukan melayani pemudik. Tapi saya lihat dan cek sendiri barusan yang naik bus tadi habis berobat dan itu diperbolehkan karena untuk  keperluan  medis,” jelasnya.

Meski jumlah penumpang yang menaiki bus hanya terbatas, namun dirinya tak memungkiri perusahaan otobus rugi biaya operasional.  “Tapi kami minta PO tetap melayani penumpang yang bertugas seperti PNS maupun swasta hingga keperluan medis (berobat),”katanya.

Irvan menyebut, jika dalam kondisi normal penumpang di Terminal Purabaya hingga TOW bisa mencapai 29 ribu tiap hari.  Namun kini kondisinya menurun drastis. “Saat pandemi aja hanya 5 ribu penumpang tiap hari, apalagi waktu larangan mudik cuma 500  penumpang. Apalagi satu bus hanya lima penumpang saat ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Irvan juga mengklaim bahwa kondisi jalanan akibat penyekatan relatif sepi. Karena akses masuk dan keluar kota Surabaya dibatasi. Pihaknya juga sudah memutar balik ribuan kendaraan yang hendak masuk maupun keluar Surabaya. “Sejak Senin hingga saat ini arus lalu lintas  di Surabaya menurun drastis karena pengaruh penyekatan di 17 titik perbatasan kota Surabaya,” katanya.

Sementara itu salah satu pemudik, Kusaeri mengaku dirinya memilih mudik pada pagi hari karena kondisi bus yang datang di TOW lumayan banyak dan menghindari razia. Terutama memilih di pintu keluar terminal agar tidak ditanyai surat keterangan perjalanan.

“Kalau jam segini (pagi jam 09.00) aman, katanya teman-teman yang sudah pulang kampung. Apalagi  saya suruh nunggu busnya di luar kalau di dalam katanya dicek sama petugas,” ungkap pemudik yang hendak ke Bojonegoro itu.

Koordinator Tata Bidang Terminal TOW Hery Isbiyanto mengaku, pihaknya terus mengantisipasi adanya pemudik yang nekat mudik di dalam terminal. Namun apabila kedapatan ada pemudik yang tidak membawa surat keperluan perjalanan dan menunggu bus di luar itu bukan menjadi kewenangannya. 

“Yang kami periksa di dalam terminal saja. Kalau di dalam terminal bukan wewenang kami. Tapi tetap kami pantau. Karena nanti  di terminal selanjutnya pasti akan pemeriksaan surat-surat,” tegasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP