alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Hilal Tak Terlihat, Puasa Digenapkan 30 Hari, Lebaran Kamis Besok

12 Mei 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

LIHAT BULAN BARU: Pemkot Surabaya dan Kementerian Agama Kota Surabaya melakukan rukyatul hilal untuk penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah di Rooftop Tunjungan Plaza, Selasa (11/5).

LIHAT BULAN BARU: Pemkot Surabaya dan Kementerian Agama Kota Surabaya melakukan rukyatul hilal untuk penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah di Rooftop Tunjungan Plaza, Selasa (11/5). (ISTIMEWA/PERSEBAYA.ID)

Share this      

SURABAYA - Kementerian Agama (Kemenag) telah menggelar rukyatul hilal (pemantauan bulan baru) untuk penetapan Idul Fitri atau 1 Syawal 1442 Hijriah. Rukyatul Hilal dilakukan Selasa (11/5). Hasilnya, Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei 2021.

Ketetapan tersebut diputuskan melalui sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Gedung Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/5). Sidang digelar secara terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

"Tidak ada yang melaporkan yang melihat hilal. Penetapan 1 Syawal di-istikmalkan," kata Menag. Istikmal adalah istilah dimana kita menyempurnakan bulan Ramadhan selama 30 hari. Dengan demikian, Lebaran 2021 jatuh pada Kamis (13/5). Masyarakat harus berpuasa lagi satu hari pada Rabu (12/5).

Baca juga: Hafidz Asal Jatim Terpilih Jadi Imam Masjid Besar di UEA

Sementara itu, Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Jatim Atok Illah mengatakan, dari hasil rukyatul hilal di beberapa tempat di Kota Pahlawan masih belum terlihat bulan karena terhalang cuaca.

“Dari pengamatan, hilal belum tampak. Jadi kami akan sempurnakan jadi 30 hari Ramadannya sehingga Kamis insya Allah Idul Fitri. Namun, kami masih menunggu sidang isbat yang akan digelar nanti sore (kemarin, Red),” katanya di Surabaya.

Atok menjelaskan, secara hisab, posisi  hilal  1 Syawal 1442  Hijriah sudah di atas ufuk berkisar antara 2 derajat 37 menit sampai 3 derajat 36 menit. “Insyaallah tidak ada perbedaan untuk  Idul Fitri antara kedua ormas besar NU dan Muhammadiyah. Namun sebagian lainnya mungkin sesuai keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Rukyatul hilal dilaksankan oleh  petugas  Kanwil Kemenag Provinsi Jatim bekerja sama dengan ormas Islam, BMKG,  dan Mahkamah Agung. Terkait adanya lembaga  atau organisasi keagamaan yang melakukan  rukyatul hilal, Atok mengaku tidak ada mas-lah selama itu tidak bertentangan dengan kaidah Islam.

Sementara  itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kemenag Kota Surabaya dan beberapa instansi melaksanakan rukyatul hilal di rooftop One Icon Tunjungan Plaza (TP) 3 Surabaya dengan ketinggian gedung mencapai 200 meter. (rmt/nur)

(sb/rmt/jpc/jay/JPR)

 TOP