alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tak Boleh Lengah Hadapi Pandemi Covid-19, Jangan Sampai seperti India

05 Mei 2021, 11: 53: 11 WIB | editor : Wijayanto

Wagub Emil Elestianto Dardak

Wagub Emil Elestianto Dardak (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Idul Fitri 1442 Hijriah tinggal sepekan lagi. Pemprov Jatim terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kelonggaran protokol kesehatan. Hal itu dikhawatirkan bisa memicu lonjakan angka positif Covid-19 hingga penyebaran virus varian baru.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta masyarakat agar tidak lengah meskipun di Jatim belum memperlihatkan adanya kenaikan kasus.

“Update dari Kemenkes, ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus. Mungkin Jatim belum memperlihatkan lonjakan kasus. Khawatirnya nanti terjadi lonjakan seperti di negara lain, seperti di India,” ujar Emil.

Baca juga: Pria Asal Kediri yang Kini Kembangkan Indonesia Timur

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengontrol dan menekan penyebaran serta penularan kasus Covid-19. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengantisipasi arus mudik. “Karena, walaupun pembatasan mulai 6-17 Mei 2021, arus mudik sebelum tanggal tersebut juga harus diantisipasi,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 2 Mei, persentase kasus aktif nasional menunjukkan tren penurunan sebanyak minus 1,43 persen. Sedangkan angka kesembuhan dan kematian menunjukkan tren kenaikan yang masing masing 1,42 dan 0,01 persen.

Sementara angka kumulatif kasus aktif di Jatim sendiri sebanyak 1.756 kasus. Posisi Jatim tidak berada dalam kategori 10 provinsi kasus kumulatif aktif terbesar. Sedangkan kumulatif angka kesembuhan tiap provinsi, Jatim berada pada angka 135.711 kasus atau peringkat empat kategori kasus sembuh terbanyak.

Masih dalam data yang sama, Emil mengatakan Jatim menduduki posisi tertinggi dalam kontribusi kumulatif angka kematian sebanyak 10.716 kasus.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RI Doni Monardo mengatakan, semua pihak harus patuh kebijakan pelarangan mudik. Jangan sampai ada lonjakan kasus seperti di India. “Kita tidak mau ada lonjakan atau tsunami seperti yang ada di negaranegara lain. Oleh karena itu, melalui rakor ini saya berharap kita bisa menyelaraskan narasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mudik,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP