alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Stop KA Jarak Jauh, Siapkan 13 KA untuk Penumpang Non-Pemudik

05 Mei 2021, 10: 57: 02 WIB | editor : Wijayanto

MULAI RAMAI: Penumpang KA jarak jauh harus menjalani tes genose sebelum melakukan perjalanan.

MULAI RAMAI: Penumpang KA jarak jauh harus menjalani tes genose sebelum melakukan perjalanan. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mengoperasikan sembilan kereta api jarak jauh untuk melayani penumpang dengan keperluan mendesak atau nonmudik. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah melarang angkutan lebaran untuk transportasi darat, laut dan udara pada 6-17 Mei 2021.

Sebelum ditutupnya transportasi untuk pemudik di Stasiun Gubeng Surabaya, kemarin, tidak ada lonjakan jumlah penumpang. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, jumlah KA di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 12.205 orang. "Tidak ada lonjakan sampai saat ini," katanya.

Luqman menjelaskan, besok pihaknya akan mengoperasikan sembilan kereta api untuk nonpemudik. KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dan hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. 

Baca juga: BRI Bagikan Sembako Ke Panti Asuhan, Panti Werdha dan Masyarakat Umum

"KAI menjalankan KA pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” jelasnya.

Sedangkan untuk perjalanan kereta api lokal, terdapat empat kereta api yang dioperasikan. Namun, dilakukan pembatasan jam operasional keberangkatan dari stasiun awal maksimal pukul 20.00. Kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal yang dijalankan tersebut sudah mendapatkan izin dari pemerintah. “Kami berharap masyarakat dapat tetap membatasi mobilitasnya serta tidak mudik tahun ini,” katanya.

Dia menyebut ada kriteria khusus yang diperbolehkan untuk menggunakan kereta api nonmudik. Yakni warga yang bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat. 

Bagi pegawai instansi pemerintahan, ASN, BUMN/BUMD, anggota TNI/Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Adapun pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan. Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari kepala desa/lurah setempat. 

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual untuk satu kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,”jelasnya.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen atau  GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan kereta api jarak jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas,'' pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP