alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Asik Isap Sabu di Kos, DJ Digerebek bareng Pacar dan Temannya

04 Mei 2021, 08: 24: 00 WIB | editor : Wijayanto

BUDAK SABU: Empat orang tersangka pengedar dan pemakai sabu yang diamankan di Polsek Genteng.

BUDAK SABU: Empat orang tersangka pengedar dan pemakai sabu yang diamankan di Polsek Genteng. (ISTIMEWA/GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

Share this      

SURABAYA - Pesta sabu-sabu (SS) digerebek Polsek Genteng di sebuah tempat kos Jalan Kedung Anyar I, Surabaya. Polisi mengamankan empat orang tersangka. Masing-masing Trie Dede, 28, warga Desa Popoh, Wonoayu, Sidoarjo; Herlina Wiwin, 29, warga Jalan Banjar Mlati Tengah, Surabaya; Wawan, warga Kapas Baru XI, Surabaya; dan Angga Reza, 24, warga Jalan Gubeng Kertajaya VIII-D, Surabaya.

Empat budak narkoba tersebut tepergok di dalam kamar kos lantai tiga. Ada dua orang lagi yang ditangkap di dalam kos, yaitu pacar Angga dan seorang pembantu yang bertugas mengambil baju laundry. Namun dalam tes urine, keduanya tidak terbukti mengonsumsi narkoba. ”Hanya ada empat orang positif menggunakan sabu. Mereka kami keler untuk mencari pengedar atasnya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, keempat orang itu ditangkap di dalam kamar kos seusai menggunakan sabu. Sementara ada dua orang lain yang dijadikan saksi berada di luar kamar. Polisi mengamankan barang bukti dua poket sabu 0,48 gram dan lima pipet kaca dalam dompet. Polisi juga menemukan dua timbangan elektrik milik Trie. ”Trie ini pengedar sabu. Dia juga sudah positif sabu,” katanya.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Ditarget Rampung Desember 2021, Produksi Awal 2022

Tersangka mendapat kiriman sabu dan langsung mengambil ke pengedar berinisial KH. Saat dikeler, ternyata tidak ditemukan pengedarnya. Diduga KH sudah mengetahui polisi datang untuk mencarinya. ”Kami sempat keler tersangka. Namun, tidak kami temukan. Tersangka mengedarkan sabu untuk mencukupi kebutuhan,” katanya.

Sutrisno mengakui Angga adalah seorang disk jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan di Surabaya. Polisi sempat dituduh melepaskan DJ dan temannya. ”Kami tidak melepaskan, tapi menunggu untuk mengeler mereka menemukan KH. Namun, dari beberapa tempat persembunyian ternyata semuanya nihil,” tegasnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP