alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Vaksin Merah Putih Ditarget Rampung Desember 2021, Produksi Awal 2022

04 Mei 2021, 07: 54: 29 WIB | editor : Wijayanto

DIPERCEPAT: Menko Marves Luhut Panjaitan (duduk tengah) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (duduk kanan) menyimak presentasi vaksin merah putih oleh peneliti dari Unair.

DIPERCEPAT: Menko Marves Luhut Panjaitan (duduk tengah) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (duduk kanan) menyimak presentasi vaksin merah putih oleh peneliti dari Unair. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tim riset vaksin Covid-19 Universitas Airlangga (Unair) dan RSUD dr Soetomo bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka membahas pengembangan riset vaksin merah putih yang diinisiasi Unair, akhir April lalu.

Gubernur Khofifah mengatakan akan mendukung sepenuhnya inisiasi ini. Awal tahapan produksi vaksin tersebut terdiri dari tiga bagian. Skala laboratorium, skala pilot dan skala industri. “Target Pak Menko Marves diharapkan selesai Desember 2021,” katanya.

Khofifah menambahkan, skala laboratorium sampai menghasilkan benih vaksin dilakukan di Unair. Lalu, skala pilot melakukan uji tantang dari beberapa varian SARS CoV-2 yang sudah ditemukan pada pasien Covid-19 di Indonesia seperti Inggris dan India.

Baca juga: Banyak Promo Menarik, CitraGarden Kembali Rilis Tipe Sommerset

“Beberapa varian tersebut kemudian diujicobakan kepada hewan kecil, mencit, dan hewan besar, maccaca (kera). Terakhir, skala industri akan dilakukan mitra industri PT Biotis Pharmaceutical termasuk kesiapan standar produksinya. Prinsipnya, Pemprov Jatim siap mendukung suksesnya riset ini sampai final,” jelasnya.

Salah satu tim riset Ni Nyoman menyebutkan, pemberian dosis kedua telah diberikan ke hewan kecil, mencit, dan sedang dilakukan observasi. Minggu depan direncanakan mulai pemberian dosis pertama pada hewan besar, yakni Maccaca. “Penelitian tahap awal vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke hewan percobaan di laboratorium untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya,” katanya.

Wakil Direktur RSUD dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita mengatakan, selama riset, para peneliti juga mengkaji apakah vaksin layak digunakan atau memiliki efek samping tertentu. Jika ketiga tahapan produksi vaksin dinyatakan siap, tahap selanjutnya adalah fase uji klinis yang terbagi menjadi empat tahapan.

Selanjutnya, pada tahap uji klinis fase I, vaksin disuntikkan ke beberapa sukarelawan (orang dewasa) dalam kondisi sehat. Hal tersebut dilakukan untuk menguji keamanan vaksin Covid-19 dalam tubuh manusia. “Jika dinyatakan aman dan efektif, vaksin tersebut dapat memasuki uji klinis fase kedua,” tuturnya.

Cita menambahkan, pada uji klinis fase II, pengujian vaksin Covid-19 dilakukan ke lebih banyak sukarelawan agar sampel yang diperoleh lebih beragam. Sampel ini akan diteliti dan dikaji ulang oleh para peneliti terkait efektivitas, keamanan, dosis vaksin yang tepat, serta respons sistem imun tubuh terhadap vaksin yang diberikan.

Setelah lulus uji klinis fase II, menurut Cita, vaksin akan memasuki tahap uji klinis fase III. Pada penelitian ini, vaksin akan diberikan kepada lebih banyak orang dengan kondisi yang lebih bervariasi. Setelah itu, para peneliti akan memantau respons kekebalan tubuh para penerima vaksin serta memantau apakah terdapat efek samping vaksin dalam jangka waktu lebih panjang. “Penelitian ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun,” ungkapnya.

Menurut dia, mengingat situasi mendesak dan emergency karena pandemi, vaksin sudah bisa mendapatkan izin edar (UEA) dari BPOM untuk diberikan kepada manusia. Setelah uji klinis fase I sampai III dinyatakan aman dan efektif, maka tahapan selanjutnya memasuki fase IV, yakni pengawasan pemasaran.

Agar cepat diproduksi, pemerintah melalui Menko Marves mengagendakan rapat periodik setiap bulan agar target produksi vaksin merah putih sesuai rencana. “Kalau bisa Desember sudah selesai, sehingga awal tahun 2022 sudah bisa diproduksi,” ungkapnya.

Dalam proses pengembangan vaksin merah putih, tim riset Unair juga bekerja sama dengan RSUD dr Soetomo. Menurut Direktur RSUD Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi, jika fase II dinyatakan berhasil, aman, dan efisien, pengembangan vaksin merah putih dilanjutkan ke fase III, yakni manusia.

“Pada fase ketiga, seluruh rumah sakit di Jatim akan dilibatkan. Untuk tahap pertama pengembangan vaksin merah putih, pengawasannya dilakukan RSUD dR Soetomo,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP