alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kenaikan Harga Daging Ayam Sumbang Inflasi Jatim Bulan April

03 Mei 2021, 21: 45: 51 WIB | editor : Wijayanto

HARGA NAIK: Daging Ayam menjadi komoditi utama penyumbang inflasi Jatim bulan April.

HARGA NAIK: Daging Ayam menjadi komoditi utama penyumbang inflasi Jatim bulan April. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jawa Timur mengalami inflasi 0,10 Persen pada April. Tingkat inflasi tahun kalender April 2021 sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,52 persen. Komodi utama penyumbang inflasi adalah daging ayam, emas perhiadan, ayam hidup dan cabai merah. Sementara itu komoditi penyumbang deflasi adalah cabai rawit, beras, bawang merah dan tempe.

”Dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,53 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,02 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Dadang Hardiwan, Senin (3/5).

Dadang mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelaskelompok pengeluaran, delapan kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan dua kelompok tidak mengalami perubahan.

Baca juga: Kolaborasi 1.018 Komunitas Indonesia Timur Area Deklarasi TAGANA KITA

Kelompok pengeluaran yang mengalamiinflasi tertinggi adalah yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar0,17 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,16 persenserta kelompok transportasi sebesar 0,12 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakarrumah tangga sebesar 0,04 persen.

”Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 0,03 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangandan kelompok pendidikan tidak mengalamiperubahan,” paparnya.

Selain itu Dadang menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Juanda pada bulan Maret 2021 turun sebesar 24,64 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman bulan Februari2021, yaitu dari 69 kunjungan menjadi 52 kunjungan. Menurutnya, jumlah kunjungan wisman Maret 2021 turun sebesar 99,10 persen dibandingkan jumlah wismanperiode yang sama tahun 2020 yang mencapai 5.774 kunjungan. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP