alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

KB Bukopin Konsisten Lanjutkan Transformasi di Era New Normal

02 Mei 2021, 20: 17: 09 WIB | editor : Wijayanto

TOP LEADER: Dari kiri; Chief Strategic Officer KB Bukopin Ji Kyu Jang, Presdir Rivan A. Purwantono, Chief Risk Officer Jong Hwan Han, dan Chief Financial Officer Seng Hyup Shin berfoto bersama.

TOP LEADER: Dari kiri; Chief Strategic Officer KB Bukopin Ji Kyu Jang, Presdir Rivan A. Purwantono, Chief Risk Officer Jong Hwan Han, dan Chief Financial Officer Seng Hyup Shin berfoto bersama. (ISTIMEWA)

Share this      

JAKARTA - Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini telah membuat masyarakat harus terbiasa dengan banyak kebiasaan baru (new normal). Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19. 

Setelah resmi menyandang nama baru pasca pengumuman publik,23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan inovasi guna mencapai target besar di 2025. Tentu saja hal ini didukung penuh oleh Pemegang Saham Pengendali, KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group.

Baca juga: Peringati Hardiknas, Khofifah Sampaikan Terima Kasih untuk Guru

“Sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” jelas Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, di Jakarta. 

“KB Bukopin sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan mayoritas 67% pada September 2020. Perbaikan kita lakukan di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan terlibat dan memegang peranan penting dalam transformasi ini, belum lagi kita juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB, sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujar Rivan.

Transformasi Perseroan tentunya membutuhkan waktu dan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan audit Desember 2020 dan interim Maret 2021 yang dirilis hari ini.

Rivan menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemi juga disebabkan krisis “infodemi” atau banyaknya hoax dan pemberitaan negatif yang terjadi mulai Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.

"Ini adalah titik terendahbagi kami, begitu banyak hantaman yang kami hadapi, tapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat, kami akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.” tambahnya.

Terkait kinerja keuangan, Rivan menjelaskan pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19.

Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun, sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan bank. Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, Perseroan memilih fokus pada perbaikan aset eksisting dan sangat selektif dalam penyaluran kredit.

Kondisi tersebut menurut Rivan, berdampak pada total aset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19%. 

Dari sisi profitabilitas, Perseroan melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175% dibandingkan Desember 2019.

Hal ini berdampak pada penurunan CAR, namun demikian penguatan modal yang sudah menjadi komitmen dari Pemegang Saham Pengendali – KB Kookmin Bank.

Selain publikasi Laporan Keuangan Audit 2020 dan Interim Maret 2021, Perseroan hari ini juga mempublikasikan Laporan Keuangan Induk Usaha yaitu KB Kookmin Bank. 

Perseroan telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut di tahun 2021. Di antaranya peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah. Sedangkan BOPO secara year to date turun.

Naiknya dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun dan ditargetkan terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin. 

Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek Perseroan.

Di sisi bisnis, misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis dengan  kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan market ke Korean link business, dan lainnya.

Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplikasi proses KYC, cardless withdrawal, dan lainnya. Sedangkan transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT nya dikembangkan sendiri dan akan diadaptasi oleh Perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia,” tutup Rivan. 

Tentang Bank KB Bukopin 

PT Bank KB Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia, Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP. 

Bank KB Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”. 

Bank KB Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Per 31 Maret 2021, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67%, PT Bosowa Corporindo 10,03%, Negara Republik Indonesia 3,18% dan masyarakat mencapai 19,78%. 

Pada 23 Februari 2021, setelah mendapatkan persetujuan dari OJK tanggal 8 Februari 2021, Perseroan, mengumumkan perubahan nama dan logo baru dari PT. Bank Bukopin, Tbk. menjadi PT. Bank KB Bukopin, Tbk. (KB Bukopin) dengan tag line baru “ Bersama, Kita Bintang Finansialnya.” 

Bank KB Bukopin beroperasi di 25 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 162 kantor kas, 9 Kantor Fungsional, 25 Payment Point, dan 850 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama. (*)

(sb/jpc/jay/JPR)

 TOP