alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Peringati Hardiknas, Khofifah Sampaikan Terima Kasih untuk Guru

02 Mei 2021, 20: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

HARDIKNAS: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5).

HARDIKNAS: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk membangkitkan semangat  menyongsong lembaran baru pendidikan di Indonesia. Menurut dia, terlalu lama pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak dimanfaatkan sepenuhnya.

"Pendidikan pada NKRI harus menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta keselamatan kehidupan. Esensi pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia. Mulai hari ini pemikiran bapak pendidikan tersebut harus kita jiwai dan kita hidupkan kembali agar tercipta pendidikan yang berkualitas bagi rakyat Indonesia. Hari ini harus menjadi refleksi apa saja yang sudah kita kerjakan dengan baik dan apa saja yang masih harus diperbaiki. Kami berharap pelajar di Indonesia khususnya Jawa Timur menggenggam teguh falsafah Pancasila,” ujar Khofifah dalam sambutan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5).

Menuru dia, saat ini pihak pemprov melakukan upaya perbaikan bersama berbagai elemen masyarakat. Yakni perbaikan infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur dan pendanaan. Ketiga perbaikan kepemimpinan, masyarakat dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogik dan asesmen.

Baca juga: Polisi Masih Buru Enam Pencuri Modus Pecah Kaca Antar Kota

HARDIKNAS: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5).

HARDIKNAS: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (2/5). (ISTIMEWA)

“Krisis pandemi adalah ladang optimisme untuk panen. Saat ini sudah ada yang melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan  salam hormat kepada guru-guru dan kepala sekolah. Menurut dia, dedikasi para guru untuk bangsa sangat luar biasa. Ia menambahkan, pandemi Covid-19 ini tidak boleh melemahkan semangat untuk terus menggerakkan pendidikan di Jawa Timur agar terus berkembang, terus berkemajuan dan memberikan manfaat yang besar.

"Kami berharap untuk bisa mengikuti format secara skala nasional bagaimana anak didik kita bisa belajar itu sebenarnya adalah inovasi solusi. Masing-masing terus diajak untuk mengembangkan pikirannya, mengembangkan ide-ide kreatifnya kemudian melakukan langkah-langkah proaktif dan produktif,” terangnya.

Menurut Khofifah, hal itu tentunya akan menemukan bagaimana eksplorasi dari seluruh energi yang positif yang dimiliki seluruh anak didik.  “Proses ini kan terbilang baru karena kemarin banyak yang baru sifatnya reaktif  karena pandemi Covid-19, kemudian dilakukan juga misalnya blended learning,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, pihaknya akan mengambangkan pendidikan vokasi. Menurut dia, pendidikan vokasi ini tidak hanya di SMK tapi juga SMK dan SLB.

“Karena lulusan SMA 67 persen tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Artinya, butuh lapangan kerja, tentunya dibutuhkan keterampilan untuk bekal bekerja. Untuk SLB, anak berkebutuhan khusus ini masih punya potensi di bidang vokasi yang masih bisa dikembangkan,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP