alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Tarif Bus Siluman, Terminal TOW Masifkan Pemantauan

02 Mei 2021, 15: 39: 47 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU: Sebuah bus antarkota memasuki Terminal Osowilangon, Surabaya.

PANTAU: Sebuah bus antarkota memasuki Terminal Osowilangon, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Untuk mengantisipasi tarif siluman atau kenaikan tarif bus menjelang dilarang beroperasi bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Petugas Terminal TOW rutin memantau tarif dari perusahaan otobus (PO).

Kepala Unit Terminal TOW Joko Budi Legowo menegaskan tidak ada tarif bus di TOW yang naik. Baik itu bus AKDP maupun AKAP. Mengingat sepinya penumpang menjelang larangan mudik pada 6 Mei mendatang. ”Tidak ada, semua tarif normal. Kami setiap hari selalu memantau pergerakan tarif bus dari PO,” tegasnya.

Joko menyebut, tarif bus yang saat ini berlaku untuk bus AKDP jurusan Surabaya-Gresik sekitar Rp 8 sampai 10 ribu. Sedangkan tarif Surabaya-Bojonegoro sekitar Rp 18 ribu dan untuk tarif bus AKAP seperti Surabaya-Cepu sekitar Rp 25 hingga 30 ribu. ”Semua tarif tergantung dari jarak dan kami pastikan di sini tidak bus patas semua bus ekonomi jadi tarifnya normal semua,” jelasnya.

Baca juga: Wali Kota-Wawali, Kepala OPD dan Camat Jadi Marketing Produk UMKM

Namun pada beberapa hari yang lalu, bus kota P8 jurusan Terminal Purabaya-TOW sempat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu. Joko mengaku kenaikan tersebut tak berlangsung lama hanya beberapa hari saja karena banyak penumpang yang protes.

”Ya seminggu yang lalu memang ada kenaikan bus kota P8, tapi nggak lama. Sekarang sudah kembali normal,” ungkapnya. Hingga saat ini penurunan armada bus di TOW mencapai 70 persen. Biasanya bus di TOW dalam kondisi normal mencapi 230 bus AKAP maupun AKDP kini hanya sekitar 60 bus. Sedangkan bus kota hanya enam bus saja.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada PO bersama Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) ketika pada 6 Mei mendatang sudah tidak beroperasi lagi. “Kami sudah sosialisasi terkait larangan mudik dan tidak beroperasinya bus AKAP dan AKDP. Bahkan dari bus kota juga infonya tidak beroperasi selama larangan mudik ini,” katanya.

Meski bus tidak beroperasi, menurutnya, terminal TOW tetap buka hanya angkot yang tetap beroperasi. “Terminal tetap buka,”jelasnya.

Kebijakan larangan mudik itu adalah salah satu tindak lanjut dari Surat edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadan 1442 H.

Dalam regulasi itu pemerintah menetapkan mudik dilarang mulai 6-17 Mei. Belakangan dalam addendum, waktu peniadaan mudik ditambah. Dilarang sejak 22 April-5 Mei, kemudian 6-17 Mei. Kemudian disambung pada 18 Mei hingga 24 Mei. Dengan aturan itu tertutup peluang bagi warga untuk melakukan mudik lebaran. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP