alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polisi Buru Pembuang Bayi di Makam Mbah Ratu

02 Mei 2021, 14: 39: 46 WIB | editor : Wijayanto

CARI BUKTI: Petugas memeriksa lokasi pembuangan bayi di kompleks Makam Mbah Ratu, Jalan Demak, Surabaya.

CARI BUKTI: Petugas memeriksa lokasi pembuangan bayi di kompleks Makam Mbah Ratu, Jalan Demak, Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Kasus pembuangan mayat bayi yang baru lahir di Pemakaman Umum Mbah Ratu, Jalan Demak, Surabaya, masih diselidiki polisi. Jasad bayi itu ditemukan meninggal dunia dengan tali pusar yang masih menempel.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebab kematian bayi tak berdosa itu. Sejumlah saksi sudah diperiksa. Namun, petunjuk mengenai siapa pelaku pembuangan mayat bayi tersebut belum diketahui.

Apalagi lokasi pemakaman di dekat Kelenteng Mbah Ratu itu berbatasan dengan jalan raya. ”Belum ada petunjuk pelaku pembuangan mayat bayi ini. Kami masih selidiki lagi. Visumnya juga kami masih tunggu,” ujar Kapolsek Krembangan Kompol Redik Tribawanto.

Baca juga: RSLI Siapkan 176 Bed Khusus untuk Pasien PMI yang Terpapar Covid-19

Menurut dia, lokasi makam yang berbatasan dengan jalan raya membuat masyarakat sekitar tidak melihat ada orang mencurigakan yang membuang bayi tersebut. Pelaku tidak harus melewati pintu utama makam, tapi bisa dengan memanjat pagar pembatas dengan jalan raya. ”Tidak ada CCTV di sekitar lokasi. Semoga segera ada titik terang,” katanya.

Orok bayi itu ditemukan di kompleks Pemakaman Mbah Ratu, Jalan Demak, Krembangan, Kamis (29/4) pukul 15.45. Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki. Diduga, orok tersebut meninggal dunia sejak tiga hari sebelum ditemukan.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui Suhartono, 35, yang bekerja membersihkan area makam. Ia terkejut saat melihat kain merah berbentuk gundukan. Saat dibuka, ternyata yang terbungkus adalah orok. Ia pun lari memberitahu warga.

Kapolsek Krembangan Kompol Redik Tribawanto didampingi Kanitreskrim Iptu Evan Andrias mengatakan, bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan sudah meninggal dan berada di makam tersebut tiga hari sebelum ditemukan.

“Apakah orok itu digugurkan atau meninggal dunia saat lahir? Belum bisa dipastikan. Namun, saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusarnya,” kata Redik. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP