alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Antisipasi Covid-19 dari Luar Negeri

RSLI Siapkan 176 Bed Khusus untuk Pasien PMI yang Terpapar Covid-19

02 Mei 2021, 14: 09: 01 WIB | editor : Wijayanto

LAYANAN KHUSUS: Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) siap melayani PMI yang terpapar Covid-19.

LAYANAN KHUSUS: Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) siap melayani PMI yang terpapar Covid-19. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjelang Idul Fitri, pekerja migran Indonesia (PMI) terus berdatangan ke Jawa Timur. Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya menyediakan ruangan khusus untuk merawat para pahlawan devisa jika terpapar Covid-19.

Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, pihaknya telah menyediakan ruang khsus yang jauh dari pasien lokal. Para pasien lokal dari berbagai daerah di Jatim ditempatkan di Ruang Mars, Jupiter, Graha A, dan Graha B. Nah, RSLI di Jalan Indrapura, Surabaya, telah menyiapkan tiga ruangan khusus untuk PMI.

Yakni, di Ruang Uranus A dengan kapasitas 63 bed, Uranus B 81 bed, dan Neptunus 32 bed. Total 176 bed. “Kami sudah merancang skenario dengan menyiapkan Ruang Merkurius, Saturnus, Pluto, Tenda B, dan Tenda C apabila tiga ruangan pertama sudah penuh,” kata Nalendra, Jumat (30/4).

Baca juga: Hattrick, Khofifah Raih Penghargaan Pembina K3 Terbaik Tiga Kali

SIAP PULANG: Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap check-out dari Asrama Haji Sukolilo.

SIAP PULANG: Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap check-out dari Asrama Haji Sukolilo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Tujuan ruang isolasi khusus PMI agar pasien mendapatkan pemantauan lebih intensif. Selain itu, meminimalisasi kemungkinan penularan dan penyebaran virus dari luar negeri kepada pasien lokal. “Para nakes serta relawan juga kami perhatikan. Maka, kami imbau agar menerapkan SOP dan penggunaan APD dengan ketat dan terukur,” tuturnya.

Hingga saat ini, RSLI sudah menangani 2.409 pasien tanpa gejala, 4.596 dengan gejala ringan, 126 bergejala sedang, serta 11 pasien gejala berat. RSLI juga telah menyiapkan High Care Unit (HCU) dengan kapasitas 11 orang.

Ruangan ini dilengkapi dengan jaringan pasokan oksigen sentral untuk penanganan pasien dengan gejala sedang menuju berat. “Pada prinsipnya, kami di RSLI selalu siap memberikan layanan terbaik pada kondisi apa pun. Ini sebagai bagian dari kontribusi dan peran serta kami dalam menanggulangi Covid-19,” kata Nalendra.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat kedatangan PMI yang habis masa kontraknya di luar negeri. Para PMI ini tidak hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga wajib dikarantina.

”Skema pengawasan di Jatim tidak sama dengan skema nasional. Jika skema nasional, langsung dikarantina selama lima hari sesaat setelah landing. Di Jatim begitu mereka landing, langsung diswab. Begitu positif, mereka langsung masuk ke rumah sakit di Indrapura,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Himawan Estu Bagijo.

Himawan menambahkan, PMI yang tiba di Bandara Juanda langsung dikarantina selama dua hari di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Hari pertama diswab, hari kedua melihat hasil swab. Jika hasilnya positif, mereka dibawa ke RS Darurat Lapangan.

”Begitu mereka negatif, diserahkan ke kabupaten/ kota untuk dikarantina tiga hari di daerah masing-masing,” terangnya. Pada hari kelima di kabupaten/ kota, mereka harus kembali diswab untuk mengetahui apakah positif Covid 19 atau tidak. Jika hasilnya negatif, maka bisa langsung dipulangkan ke rumah masing masing.

Sementara itu, ratusan PMI yang sudah menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo selama dua hari sejak Rabu (28/4) lalu telah dipulangkan ke daerah asalnya. Ada 404 PMI yang dipulangkan ke daerah asalnya. Mereka dijemput oleh pemkab/pemkot dengan menggunakan bus.

Salah satu PMI asal Tuban, Suryati, mengaku menunggu sejak jemputan sejak pukul 08.00. Namun, sampai sore belum juga datang. “Padahal kami sudah keluar dari kamar membawa barang bawaan,” ungkapnya.

 Suryati yang sudah puluhan tahun bekerja di Malaysia itu mengaku capek selama karantina. ”Mau gimana lagi? Namanya aturan pemerintah, ya harus manut,” katanya.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto menjelaskan, hingga Jumat (30/4) kemarin total PMI yang sudah masuk ke Asrama Haji Sukolilo sebanyak 910 orang. Setelah dijemput oleh pemerintah daerah setempat, para PMI itu langsung menjalani karantina di daerah asal selama lima hari.

”PMI luar Jatim akan dipindah ke Balai Diklat Kemenag di Ketintang,” katanya. Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, ada satu PMI yang positif Covid-19. Saat ini ia sudah dibawa petugas ke RS Lapangan Indrapura untuk menjalani isolasi. (rmt/gin/mus/rek)

(sb/gin/rmt/jay/JPR)

 TOP