alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

UOB Indonesia Gelar Kompetisi Seni Unggulan 2021 Painting of The Year

29 April 2021, 19: 59: 43 WIB | editor : Wijayanto

KOMPETISI: Head of Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia Maya Rizano (kiri) dan Ketua Dewan Juri 2021 UOB Painting of The Year Agung Hujatnikajennong berfoto bersama usai media briefing online.

KOMPETISI: Head of Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia Maya Rizano (kiri) dan Ketua Dewan Juri 2021 UOB Painting of The Year Agung Hujatnikajennong berfoto bersama usai media briefing online. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - UOB kembali mengundang para seniman dari Singapura, Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk menembus batas imajinasi dan talenta mereka melalui ajang UOB Painting of the Year (POY) ke-40.

Tahun ini, kompetisi ini menjadi ajang seni yang paling lama diselenggarakan di Singapura dan juga merupakan salah satu ajang penghargaan paling bergengsi di Asia Tenggara. Untuk itu, UOB kembali mengundang para seniman untuk menorehkan karya seni dan menunjukkan kreativitas dan kepiawaian mereka dalam berkarya. 

Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB menyatakan, seni sudah terbukti mampu menembus batas-batas budaya, geografi dan waktu dalam upaya membangkitkan jiwa insan manusia dan menyatukan pikiran. Hal ini sangat terasa selama pandemi ini.

Baca juga: Santunan Covid-19 Dipastikan Cair Sebelum Lebaran

Banyak orang di seluruh dunia tidak dapat keluar rumah dan memanfaatkan seni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai sumber ketenangan, dan wadah berinteraksi dengan orang lain.

“Dalam kurun waktu empat dekade terakhir, para seniman telah membantu membuka mata dan hati terhadap dunia-dunia baru dan mendorong kita untuk saling terkoneksi satu sama lain. Imajinasi dan kreativitas mereka telah mampu memperluas cara pandang kita tentang dunia ini dan memperdalam apresiasi kita terhadap budaya dan perspektif lain. Seiring dengan 40 tahun kejayaan seni dan seniman di Asia Tenggara, UOB terus berkomitmen mendukung generasi baru para seniman untuk terus menembus batas ekspresi kreatif mereka,” ungkap Wee Ee Cheong.  

Ajang UOB POY telah berhasil menemukan lebih dari 1.000 seniman di kawasan Asia Tenggara dalam empat dekade terakhir. Banyak dari mereka seperti Goh Beng Kwan, Anthony Poon and Chua Ek Kay telah mendapatkan penghargaan di Asia Tenggara.

Mereka juga merupakan penerima the Singapore Cultural Medallion. Pada tahun 2016, pemenang UOB POY 2010 di Thailand Pannaphan Yodmanee juga berhasil memenangkan penghargaan bergengsi Benesse Prize , yang merupakan penghargaan resmi dari the Singapore Biennale.

Goh Beng Kwan menyatakan, memenangkan UOB Painting of the Year merupakan salah satu momen terpenting yang mengubah hidupnya di sepanjang karirnya sebagai seniman.

Karena itu, ia banyak diundang untuk berpartisipasi dalam banyak pameran di dalam dan luar negeri. Hal tersebut memberinya kesempatan untuk berkembang lebih jauh sebagai seniman, serta berinteraksi dan belajar dari seniman Asia Tenggara lainnya.

“Hal itu juga membuat karya seni saya mendapatkan pengakuan yang luar biasa. Memenangkan penghargaan tersebut telah mendorong saya untuk menjadi seniman purna waktu," urai Goh Beng Kwan.

Seperti tahun lalu, tahun ini kami menerima karya seni Anda secara digital. Karya seni Anda dapat dikirimkan mulai 29 April 2021 hingga 31 Juli 2021. Ajang ini terbuka bagi warga negara dan penduduk tetap (permanent resident) di Singapura, Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Para pemenang, yakni pemenang regional dari ajang bergengsi UOB Southeast Asian POY untuk pemenang di tiap negara dengan karya terbaik akan diumumkan pada acara penghargaan pada November 2021. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ajang ini, kunjungi www.UOBandArt.com.

Ada yang berbeda tahun ini. Dalam rangka memperingati ajang UOB POY ke-40 tahun ini, UOB tidak hanya akan memilih satu pemenang, tetapi empat pemenang dari negara masing-masing untuk berpartisipasi dalam program residensi di Shanghai, Tiongkok atau di Fukuoka, Jepang.

Program pertukaran seni yang diselenggarakan selama satu bulan ini akan memberi kesempatan kepada para seniman untuk  belajar mengenai budaya dan seni rupa negara tuan rumah dan mempelajari berbagai pendekatan dalam berkarya.

Untuk memperingati perayaan ke-40 ajang UOB POY, UOB akan menyelenggarakan pameran khusus pada kuartal ketiga tahun ini. Pameran ini akan menampilkan 45 karya pemenang, yang terdiri dari 39 karya pemenang ajang UOB POY (Singapura) dan enam karya seni dari pemenang ajang UOB Southeast Asian POY.

Para pengunjung pameran akan dapat merasakan bagaimana seni di Asia Tenggara telah berubah selama bertahun-tahun di tangan para seniman yang mengikuti ajang ini. 

Pameran ini juga akan disajikan dalam bentuk virtual melalui www.UOBandArt.com. Dengan hampir sembilan dari 10 orang Singapura menggunakan saluran daring sebagai sarana untuk berkreasi seni selama pandemi Covid-19 tahun lalu , UOB berharap pameran tersebut akan menarik banyak orang untuk terjun ke dunia seni. 

Sebagai bagian dari Grup UOB, UOB Indonesia berfokus pada kepentingan komunitas sekitar melalui program yang menghubungkan masyarakat, memperkuat ikatan, dan memperkaya kehidupan khususnya di bidang seni, anak dan pendidikan.

Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan, pandemi telah menunjukkan ketahanan seniman Indonesia untuk terus mengekspresikan diri secara kreatif dan percaya diri melalui penggunaan platform online di tengah pembatasan sosial yang berlangsung.

"Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi seni dan komunitas kami tahun ini, kami telah mengundang seniman alumni UOB POY dan berbagai praktisi seni dalam serangkaian webinar untuk berbagi pengalaman mereka di forum publik. Melalui upaya tersebut, kami berharap dapat berkontribusi untuk kemajuan komunitas,” katanya.

“Melalui kompetisi UOB POY setiap tahunnya, kami terus menciptakan wadah yang bermakna dan berkelanjutan bagi seniman Indonesia untuk menampilkan bakat artistik mereka dan menghubungkan mereka ke lebih banyak peluang di panggung regional dan internasional,”  tambah Gunawan. (opi)

(sb/jpc/jay/JPR)

 TOP