alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Features Surabaya
icon featured
Features Surabaya

Ramadan Jadi Waktu yang Tepat Ajari Anak Berpuasa

29 April 2021, 17: 12: 07 WIB | editor : Wijayanto

SERIUS: Bulan Ramadan bisa menjadi momen untuk mengajarkan cara sekaligus praktek berpuasa pada buah hati yang masih di usia dini.

SERIUS: Bulan Ramadan bisa menjadi momen untuk mengajarkan cara sekaligus praktek berpuasa pada buah hati yang masih di usia dini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan makna sekaligus praktik berpuasa bagi anak usia dini. Melihat situasi tersebut, dosen Prodi S1 PG PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa, Jauharotur Rihlah, memiliki cara agar anak senang berpuasa. 

GINANJAR ELYAS SAPUTRA-Wartawan Radar Surabaya

Rihlah menjelaskan, untuk mengajak anak agar berpuasa, salah satunya harus dengan cara menyenangkan. Hal ini menjadikan anak usia dini rindu untuk berpuasa lagi. Salah satunya yakni dengan cara yang menyenangkan, anak akan merasa tidak keberatan menjalankan ketika puasa.

Baca juga: Kebutuhan Office Space di Surabaya Masih Tinggi

“Yang pasti anak harus menjalaninya dengan ceria selama menjalankan puasa,” kata Rihlah.

Dosen PG PAUD ini memiliki cara atau tips agar anak senang berpuasa. Pertama, beri pijakan informasi kepada anak tentang apa itu puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, namun puasa sekaligus menjaga hati dan perbuatan (tidak boleh marah, berkata jujur, berkata yang baik). “Beri informasi melalui lagu, agar mudah diingat oleh anak,” ungkap Rihlah.

Kemudian, orang tua bisa memberi kesempatan kepada anak berpuasa melalui kesepakatan. Orang tua bertanya kepada anak, apakah sudah siap berpuasa, lalu puasa hingga pukul berapa. Pada dasarnya belajar puasa pada anak yang paling dasar bisa dilakukan dengan menunda waktu sarapan. “Anak-anak bisa dilatih untuk berpuasa 3-4 jam, dan dilakukan berulang-ulang, serta bertahap sesuai kemampuan anak,” ungkap Rihlah.

Setiap anak pasti memiliki makanan favorit, bahkan anak usia dini masih banyak yang minum susu. Dengan tujuan belajar puasa, orang tua juga bisa mengajak anak agar mengurangi makanan favorit mereka, seperti cokelat, permen, susu, dan lain sebagainya.

Tidak memaksa anak setelah ada kesepakatan antara orang tua dan anak, maka orang tua pun tidak boleh memaksa anak jika si anak belum siap sampai pada waktu yang telah disepakati. Misalnya, anak siap berpuasa sampai waktu siang, tiba-tiba pada pukul 10.00 merasa anak haus ingin minum karena habis bermain.

Maka, orang tua harus memaklumi kondisi anak tersebut. Selain itu orang tua juga bisa memberikan ucapan selamat karena anak sudah mampu berpuasa meskipun hanya sampai pukul 10.00 WIB. “Dengan memberikan informasi, besok boleh mencoba lagi berpuasa lebih dari waktu yang sebelumnya,” jelasnya.

Menjadi tauladan yang baik bagi anak, karena anak adalah peniru ulung, maka dari itu orang tua harus memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya. Saat bulan Ramadan, orang tua biasa mengajak anak untuk salat lima waktu, mengaji bersama, bersedekah, bersholawat, tarawih, dan berzakat.

Bermain yang tidak menyenangkan saat berpuasa, menjadikan anak akan merasa bosan dan mengeluh karena lapar, orang tua harus cepat menangani kondisi anak tersebut dengan mengajak anak bermain, tentunya melalui permainan yang menyenangkan dan tetap bertemakan ramadan. “Seperti contoh, puzzle ramadan, menggambar dengan tema ramadan, mewarnai, menyusun kata, hingga beberapa permainan lainnya,” ungkapnya.

Bukan itu saja, memberikan sebuah reward saat anak berhasil menjalankan puasa, orang tua wajib memberikan hadiah. Namun perlu diingat bahwa hadiah tidak hanya berupa mainan atau barang mahal. Hadiah yang dimaksud yaitu memberikan pujian kepada anak, karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa, bisa dengan makanan favorit anak, membuat pohon keberhasilan, atau sebuah gambar pohon yang bisa ditempel di rumah.

“Saat anak berhasil berpuasa, maka anak berhak mendapatkan bunga, kemudian bunga ditempel di pohon. Semakin banyak bunga maka anak akan mendapatkan hadiah yang lebih dari orang tuanya,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP