alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Features Surabaya
icon featured
Features Surabaya

Ramadan Dorong Kesempurnaan Ibadah

OLEH: Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony

29 April 2021, 16: 31: 08 WIB | editor : Wijayanto

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony (ISTIMEWA)

Share this      

BULAN Ramadan tahun ini kali kedua di tengah pandemi Covid-19. Dalam situasi pandemi pun, umat Islam tetap wajib menjalankan ibadah di bulan penuh ampunan ini.  Pandemi Covid-19 membuat hampir semua aktivitas dilakukan penuh keterbatasan. Sehingga puasa di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi rahmat Allah yang harus dipahami untuk meningkatkan ketakwaan setiap muslim.

Dengan keadaan yang serbaterbatas ini, ibadah puasa kita dituntut menjadi sempurna. Allah SWT justru mendorong kita agar tetap bersabar dan berikhtiar. Justru Ramadan ini cara menuju kesempurnaan.

Di bulan suci, Allah SWT telah membuka pintu rahmat dan maghfirullah, sehingga kita jangan membuang kesempatan ini. Lakukan ibadah dan sebaiknya memohon ampun dengan bertaubat.  Taubat artinya kembali ke jalan yang benar. Taubat adalah suatu usaha atau pekerjaan hati. Singkatnya, bertaubat membersihkan hati dari dosa.

Baca juga: Jaga Stabilitas Penyaluran Listrik, PLN UIT JBM Lakukan Pemeliharaan

Tak hanya itu. Ramadan ini momen yang sangat tepat bagi kita sebagai bangsa untuk meredakan tensi dan agresivitas. Mari saling menahan diri, melakukan koreksi, serta menghindari segala macam gesekan dan pertikaian antarumat. 

Makna puasa ada juga dalam aspek sosial, yaitu semangat membangun solidaritas. Tak hanya menahan rasa lapar dan haus yang tidak boleh diartikan secara sempit tetapi harus dilihat sebagai cara melatih diri kita merasakan penderitaan orang lain yang sehari-harinya merasa kekurangan.

Nah, saat pandemi ini kegotongroyongan muslimin memang dituntut untuk membantu sesama. Puasa ditekankan untuk saling memberikan sedekah. Sedekah pun bermacam-macam. Bisa berupa ilmu, keahlian, hingga harta. Yang semuanya itu dibutuhkan saat ini. Misalnya, yang punya ilmu bisa mengajarkan ilmunya, misal, tentang teknologi berbelanja online di tengah pandemi.

Kemudian yang usahanya gulung tikar bisa ajarkan ilmu untuk kembali bangkit dari terpaan badai pandemi Covid-19.  Sedangkan yang punya harta lebih bisa memberikan kepada yang membutuhkan. Jadi, sekali lagi ini cara Allah SWT untuk mendorong kita agar beribadah secara sempurna.

Berbagai macam ibadah di bulan Ramadan ini sesungguhnya mengarahkan kita pada nilai-nilai kebersamaan. Sehingga, pada akhirnya, kita semua berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung aman, tenteram, dan bermakna. Semoga puasa kali ini dapat membangun nuansa kesejukan dan keteduhan di masyarakat hingga Idul Fitri nanti. Setelah ini, insya Allah, kita mampu merekatkan ikatan persaudaraan. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP