alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pencuri Modus Pecah Kaca Selalu Bawa Celurit sebagai Pegangan

29 April 2021, 16: 19: 02 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Tiga tersangka pencurian barang berharga di dalam mobil antarkota diamankan di Polda Jatim.

KOMPAK: Tiga tersangka pencurian barang berharga di dalam mobil antarkota diamankan di Polda Jatim. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tiga orang pencuri barang berharga di dalam mobil dengan modus pecah kaca selalu membawa celurit saat beraksi. Sajam tersebut dibawa pelaku sebagai pegangan. 

Selama tiga tahun beraksi, tersangka tidak pernah melukai korbannya. Pelaku sengaja memecahkan kaca saat korban masuk ke minimarket, bank atau toko untuk berbelanja. "Jadi, di saat mobil kosong, tidak ada yang jaga, pelaku beraksi. Mereka memakai busi kendaraan bermotor untuk memecah kaca," bebernya. 

Sekali beraksi, tersangka mampu mendapatkan uang ratusan juta rupiah. Seperti yang di TKP depan kantor BRI Unit Soko, Paron, Ngawi. Tersangka bersama komplotannya meraup uang Rp 248 juta. "Sebelum beraksi, pelaku mengintai korbannya terlebih dahulu," katanya. 

Baca juga: TNI Gandeng SKK Migas Angkat KRI Nanggala-402 dari Dasar Laut Bali

Penyidik masih mendalami kepemilikan tiga unit motor yang dipakai tersangka. Sebab, antara nopol, dengan nomor rangka dan nomor mesin tidak sesuai. "Indikasinya juga hasil kejahatan. Tapi masih kita dalami," sebutnya. Sementara enam rekan tersangka masih dalam pengejaran Timsus Jatanras Polda Jatim.

Sebelumnya, Polda Jatim membekuk tiga pelaku sindikat kasus pencurian dengan modus pecah kaca. Tersangka, Ahmad Shohibul, 31, warga Dusun Krajan, RT 03 RW 01, Desa Resongo, Kuripan, Probolinggo. Dua tersangka lain, Najib Mahmudi, 19, dan Ali, 35, warga Dusun Krajan, Desa Menyono, Kuripan, Probolinggo.

"Tersangka sudah beraksi di 15 TKP wilayah hukum Polda Jatim dengan kerugian korban Rp 1,10 miliar," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Alumnus Akpol 1991 itu menambahkan, tersangka di Probolinggo sudah beraksi empat TKP, Bondowoso 1 TKP, Ngawi 1 TKP, Bojonegoro 1 TKP, Batu 1 TKP, Lumajang 4 TKP, Sampang 1 TKP, dan Pasuruan 2 TKP. "Motifnya tersangka memecah kaca mobil menggunakan busi kendaraan bermotor," sebutnya. 

Kasus ini terbongkar setelah polisi menerima laporan pecah kaca korban TKP di depan minimarket Jalan Sukapura, Probolinggo. Saat itu korban memarkir kendarannya di depan minimarket. Saat ditinggal belanja, kaca mobil korban dipecah pelaku dan uang senilai Rp 5 juta raib dicuri. Setelah dilakukan penyelidikan pelaku teridentifikasi, kemudian tiga pelaku diringkus di Probolinggo. (*/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP