alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bobol Rumah Tetangga, Ditangkap karena Minta Tebusan BPKB

29 April 2021, 10: 19: 11 WIB | editor : Wijayanto

NEKAT NGAWUR: Kompol Hari Kurniawan menunjukkan tersangka Mahur Rosi dan barang bukti yang diamankan di Polsek Asemrowo.

NEKAT NGAWUR: Kompol Hari Kurniawan menunjukkan tersangka Mahur Rosi dan barang bukti yang diamankan di Polsek Asemrowo. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gara-gara membobol rumah tetangga, Mahur Rosi, 28, warga Jalan Asemrowo I, Surabaya, diringkus polisi. Pria 28 tahun itu mencuri perhiasan emas sembilan gram, sebuah jam tangan merek Alexander Christie, dan sebuah BPKB motor. Bahkan, tersangka juga meminta tebusan pada korban karena mengaku menemukan BPKB miliknya yang hilang. 

Mahur mengetahui keadaan rumah tetangganya sendiri. Melihat rumah korbannya kosong, ia pun beraksi pada malam hari. Ia memanjat pagar rumah korban dan masuk ke dalam rumah tetangganya itu dengan merusak kunci.

”Tersangka mengambil jam tangan, perhiasan, dan sebuah BPKB motor yang disimpan dalam lemari,” ungkap Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan. 

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Akan Bangkit Jika Aktifkan Perdagangan Daerah

Kejadian ini baru diketahui korban setelah pulang keesokan harinya. Ia kaget melihat lemarinya sudah acak-acakan dan perhiasan serta BPKB motornya hilang. Korban awalnya mengira jam tangan yang ada di lemari tidak hilang karena masih ada kotaknya. Saat dibuka jam tangan di dalamnya lenyap. 

”Korban melapor dan kami langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dan menemukan rekaman CCTV. Namun, saat itu kami masih ragu benar tersangka atau bukan,” kata Kompol Hari. 

Ketika penyelidikan sedang berlangsung, tiba-tiba korban mendapat telepon dari seseorang yang mengaku menemukan BPKB motornya. Namun, penelepon ini meminta tebusan sejumlah uang. ”Korban membayarnya Rp 500 ribu. Ia membenarkan itu BPKB miliknya,” ujar Hari. 

Polisi akhirnya mendapat informasi bahwa tersangka Rosi berada di salah satu warung di Jalan Asemrowo III, Surabaya. Tersangka yang sedang main game terkejut dengan kedatangan polisi. Ia pun mengaku sudah mencuri di rumah tetangganya. Ia juga meminta tebusan BPKB motor korban yang dia curi. 

”Ia menyuruh temannya untuk memberikan ke korban. Temannya masih DPO. Temannya ini diberi upah Rp 100 ribu,” katanya. 

Tersangka Mahur mengaku nekat mencuri untuk tambahan kebutuhan. Ia mencuri sendiri lalu menjual barang curiannya. Perhiasan ia jual ke Blauran. Namun, saat polisi mengelernya ke lokasi, ia tidak menemukan orang yang membeli emas curiannya. ”Saya transaksi di pinggir jalan, bukan di toko,” katanya. (gun/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP