alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

NASGOR GILA: Digilai Karena Rasa Pedas dan Porsi Jumbo

16 April 2021, 14: 48: 55 WIB | editor : Wijayanto

BUMBU KHAS: Sajian menu nasi goreng gila serba pedas dengan porsi jumbo di salah satu hotel di kawasan Manyar.

BUMBU KHAS: Sajian menu nasi goreng gila serba pedas dengan porsi jumbo di salah satu hotel di kawasan Manyar. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Nasi goreng (nasgor) sudah menjadi makan andalan bagi masyarakat, khususnya Surabaya. Penggemarnya pun dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Seperti yang dijelasakan oleh Fahrina, Jr. SOUS Chef di salah satu hotel di Surabaya Timur ini. Fahrina menjelaskan, resep Nasgor Gila ini sudah menjadi andalan di hotel tersebut sejak Ramadan tahun sebelumnya. Kini menu itu diangkat kembali. “Karena makanan ini fleksibel, jadi kita jadikan salah satu menu utama di sini,” kata Fahrina.

Ia menjelaskaan, menu ini menjadi favorit karena rasanya yang pedas dan porsinya jumbo. Sehingga satu porsi bisa disantap oleh dua hingga tiga orang. Dari segi rasa nasgor ini cenderung ke gurih dan pedas. Ditambah lagi dengan semangkok kerupuk udang akan menambah rasa gurih kuliner ini. 

Baca juga: Ning Lia Dinilai ‘Patut’ Nahkodai PPP Jatim

Nasgor ini juga memiliki topping, yakni sosis ayam, sosis sapi, dan bakso sapi serta telur scramble. Fahrina menambahkan, nasgor ini diracik menggunakan bumbu spesial agar semua orang bisa menikmatinya. “Bumbunya dicocokan dengan lidah orang Jawa Timur. Khususnya Surabaya yang doyan pedas,” jelas Fahrina. 

Menu ini menjadi salah satu pendukung dari Pawon Ramadan yang menjadi tema di tahun ini dengan mengusung resep masakan tradisional. Masakan tradisional lainnya yang diusung yaitu ayam goreng taliwang, ayam goreng presiden, sup buntut, dan aneka gorengan serta makanan khas tradisional lainnya. 

Disamping itu, Olivia Vinka, Sales Admin hotel tersebut menjelaskan, pada Ramadan tahun ini menyuguhkan all you can it untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa. “Tema tahun ini mengusung masakan khas tradisional, untuk all you can it kami batasi 50 persen dari biasanya, dan tetap mematuhi protokol kesahatan,” kata Olivia. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP