alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nekat Kabur, Tiga Residivis Curanmor Didor Bareng Kakinya

15 April 2021, 23: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

BIAR KAPOK: Tiga tersangka curanmor duduk tersimpuh setelah didor betisnya.

BIAR KAPOK: Tiga tersangka curanmor duduk tersimpuh setelah didor betisnya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tiga pencuri sepeda motor yang juga residivis kasus pencurian terpaksa didor betisnya. Tersangka Dimas Zakaria, 22, warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur V, Choirul Anang, 22, dan Usman, 32, keduanya warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur IX, Surabaya, diringkus setelah mencuri motor milik Eko Budi Prasetyo, 46, warga Kupang Gunung Barat IV dan Ariestu Bayu, 30, Jalan Dukuh Kupang Timur X, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto mengatakan, ketiga tersangka ditangkap setelah Tim Opsnal Reskrim melakukan olah TKP dan penyelidikan selama tiga hari. Dari rekaman CCTV, pelaku teridentifikasi. 

Kemudian tersangka dijumpai melintas di Jalan Arjuno mengendarai motor berboncengan sekitar pukul 19.30. Polisi berusaha menangkap tersangka. Karena malah kabur, polisi terpaksa menembak betis ketiga tersangka. "Ketiganya residivis kasus penjambretan dan curanmor. US sebelumnya juga DPO Polsek Gubeng atas kasus pencurian," ungkapnya.

Baca juga: Awal Ramadan, Harga Daging Ayam Merangkak Naik

Tersangka Dimas, lanjut Risti, merupakan residivis kasus penjambretan. Ia sudah pernah dua kali masuk penjara. Sementara Choirul merupakan residivis kasus penjambretan dan Usman merupakan residivis kasus curanmor dan sekali di penjara. "Modus komplotan ini mencuri motor di teras rumah korbannya menggunakan kunci T," terangnya.

Risti menjelaskan, sebelum diringkus, tersangka mencuri motor motor Honda Beat milik korban di Jalan Kupang Gunung Barat IV, sekitar pukul 21. 30. Sementara di Jalan Dukuh Kupang Timur X, menjelang subuh.

Di hadapan penyidik, tersangka Usman mengaku setiap mendapat motor curian dijual ke Madura. Satu unit motor Honda Beat laku senilai Rp 2 juta. "Uangnya dibagi bertiga. Untuk makan sehari-hari dan membeli miras," ucap pria yang sehari-hari mengamen itu. 

Dari tangan tersangka, korps baju cokelat menyita kunci T, kunci L, mata bor, jaket switer warna kuning biru, kaos warna biru, kaos warna hijau, dan satu bendel fotokopi BKPB. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP