alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

4 Daerah Termasuk Surabaya Diminta Segera Uji Coba Sekolah Tatap Muka

15 April 2021, 16: 55: 02 WIB | editor : Wijayanto

JAGA MUTU: Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi memberi keterangan kepada wartawan.

JAGA MUTU: Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi memberi keterangan kepada wartawan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA/SMK telah dilakukan di 34 kabupaten/kota di Jawa Timur. Hanya empat daerah yang belum melangsungkan uji coba PTM. Yakni, Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

“Saya mengimbau empat bupati/wali kota segera memberi rekomendasi untuk melakukan uji coba sekolah tatap muka SMA/SMK. Sebab, target Mendikbud, Juli 2021 sudah semuanya tatap muka,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Wahid Wahyudi.

Menurut Wahid, pembelajaran tatap muka harus segera dilakukan di semua daerah. Sekolah-sekolah yang sudah siap sarana prasarana sesuai protokol kesehatan Covid-19 diminta segera melakukan uji coba. “Kita menanggulangi Covid-19 tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Klaster Ramadan, Pemkot Larang Bagi Takjil dan Sahur on The Road

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini mengatakan, Jatim pada awalnya melakukan pembelajaran daring sesuai instruksi Mendikbud Nadiem Makarim.  Namun, dari hasil evaluasi selama lima bulan, terjadi banyak kemerosotan. Daya tangkap belajar siswa sangat rendah,  khususnya mata pelajaran tertentu.

“Agar tidak terjadi learning loss atau pembodohan anak bangsa, maka pada 18 Agustus 2020 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengambil kebijakan bagaimana menanggulangi Covid-19 tanpa mengurangi kualitas pendidikan. Yakni, dengan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Menurut dia, uji coba ini dilakukan kepada siswa SMA dan SMK. Sebab, siswa pada jenjang ini sudah mengerti protokol kesehatan. Selain itu,  fisik dan daya tahan tubuh mereka sudah cukup kuat.

Wahid menambahkan, siswa yang ikut PTM harus mendapatkan persetujuan orang tua atau wali murid. Jika tidak dapat persetujuan orang tua harus ikut pembelajaran secara daring. Uji coba PTM hanya dilakukan tiga jam per hari tanpa ada jam istirahat.  Para siswa juga membawa bekal dari rumah.

"Sarana dan prasarana sekolah disemprot disinfektan. Alhamdulillah, uji coba ini diikuti hampir seluruh daerah di Jatim," ungkapnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP