alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Awal Ramadan, Harga Daging Ayam Merangkak Naik

15 April 2021, 16: 51: 13 WIB | editor : Wijayanto

NAIK: Seorang ibu muda bersama bayinya berbelanja daging ayam di Pasar Tembok, Surabaya.

NAIK: Seorang ibu muda bersama bayinya berbelanja daging ayam di Pasar Tembok, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Harga daging ayam broiler di sejumlah daerah di Jawa Timur di awal bulan puasa mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harga itu terpantau sejak sebelum Ramadan.

Data di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menyebutkan, harga daging ayam broiler di pasar-pasar di Jawa Timur pada kisaran Rp 33.447 per kilogram. Harga rata-rata daging ayam broiler kembali naik menjadi Rp 35.640 per kilogramnya pada 6 April.

Kemudian, Rabu (14/4), harga rata-ratanya tembus Rp 39.480 per kilogram. Harga rata-rata tertinggi di Sumenep Rp 46 ribu per kilogram, terendah di Tulungagung dan Lumajang Rp 36.666. 

Baca juga: Belum Juga Dibuka, Dewan Pertanyakan Pembukaan Jembatan Joyoboyo

Adapun harga di sejumlah pasar di Surabaya tertinggi pada Pasar Keputran Rp 40 ribu per kilogram. Pasar Genteng dan Pasar Pucang Anom Rp 39 ribu per kilogram. Sedangkan Pasar Tambahrejo dan Pasar Wonokromo harganya Rp 38 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Drajat Irawan mengatakan memang ada lonjakan harga daging ayam broiler. Menurut dia, harganya saat ini melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp 34 ribu. “Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan  Jatim. Kami ingin mengetahui apakah kenaikan harga tersebut akibat pasokan yang bermasalah,” ujarnya.

Drajat menduga kenaikan harga ayam broiler ini terjadi akibat kekurangan pasokan. Hal ini disinyalir akibat peternak ayam broiler kesulitan bibit. Ditambah lagi dengan musim hujan yang membuat ayam broiler lebih mudah terserang penyakit. “Kami akan koordinasi dengan pengusaha-pengusaha agar mereka segera mendistribusikan ayamnya,” terangnya.

Drajat memprediksi kenaikan harga ayam ini karena permintaan yang cukup tinggi. Khususnya untuk kegiatan megengan. “Bisa juga karena permintaan selama Ramadan ini yang mengalami kenaikan. Kita masih akan cek,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim Mohammad Gunawan Saleh mengatakan, stok daging ayam masih aman. Berdasarkan dari data Disnak Jatim, daging ayam stok awal dan pengadaan pada  bulan April ada 43.406 ton. Sementara kebutuhan di Jatim dan luar Jatim sebanyak 30,256 ton. “Sehingga masih surplus 13,149 ton,” katanya.

Gunawan meminta masyarakat tidak perlu risau terkait ketersediaan daging ayam di Jawa Timur karena stoknya surplus. Meskipun ada kenaikah harga tetapi masih terjangkau. “Kami berharap ketersediaan yang cukup ini tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga daging ayam di luar kewajaran, Disnak Jatim bekerja sama dengan Disperindag Jatim aktif menggelar operasi pasar yang sudah terjadwal selama bulan Ramadan. Selain itu, juga mengirim surat ke dinas peternakan kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan. 

“Kami memiliki pengawas yang tersebar di seluruh Jatim. Tugasnya melakukan pemantauan, pemeriksaan, hingga pengawasan produk ternak yang beredar di pasaran,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP