alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Klaster Ramadan, Pemkot Larang Bagi Takjil dan Sahur on The Road

15 April 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

DILARANG: Pemkot Surabaya menerbitkan SE nomor 443/3584/436.8.4/2021 yang antara lain melarang pembagian takjil dan sahur on the road.

DILARANG: Pemkot Surabaya menerbitkan SE nomor 443/3584/436.8.4/2021 yang antara lain melarang pembagian takjil dan sahur on the road. (ISTIMEWA/DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 1442 Hijriyah. SE bernomor 443/3584/436.8.4/2021 itu sudah ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (13/4).

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, SE Wali Kota Surabaya sudah keluar, oleh karena itu kegiatan Ramadan yang membuat orang berkerumun tidak diperbolehkan. Seperti tidak boleh bagi takjil di jalan-jalan. Pihaknya akan menertibkan apabila ada pembagian takjil di jalan. "Kalau ada yang tetap bagi (takjil) kita tertibkan dan arahkan," katanya, Rabu (14/4).

Eddy menjelaskan, pengarahan itu berupa edukasi kepada masyarakat agar lebih baik diarahkan takjil tersebut ke masjid atau musala. "Kami intinya, tidak pada sanksi administrasi melainkan edukasi pada masyarakat terkait bahaya berkerumun apalagi ini masih pandemi Covid-19. Jangan sampai ada klaster Ramadan," jelasnya.

Baca juga: Kebab Panjang Satu Meter Terinspirasi dari Mobil Limousine

Tak hanya itu SE juga mengatur tentang aturan mengadakan bazar Ramadan. Mereka yang akan mengadakan bazar Ramadan haru terlebih dahulu izin kepada satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Izin tersebut kemudian dilakukan asesmen dari Satgas Covid-19 apakah layak atau tidak mengadakan bazar. Namun apabila pihak penyelenggara tidak melaporkan kepada satgas maka akan dibubarkan. Harus melaporkan ke Satgas Covid-19 yang terdiri dari BPB Linmas, Satpol PP,  Dinas Perdagangan, termasuk kecamatan. “Layaknya, memenuhi protokol kesehatan, jaga jaraknya terpenuhi, minimal pengunjung dibatasi. Dan area luas," terangnya.

Eddy mengajak masyarakat Surabaya untuk menjaga Ramadan kedua di tengah pandemi ini agar tidak terjadi kenaikan angka Covid-19. "Kami tidak ingin ada kerumunan. Pak Wali Kota sudah mengimbau jam 22.00 harus tutup, buka lagi jam 01.00. Termasuk sahur on the road ini sangat berisiko juga karena mengundang berkerumun," harapnya.

Hingga saat ini, panduan itu terus disosialisasikan kepada warga Kota Surabaya, termasuk ke masjid-masjid dan musala.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, dalam SE ini ada dua panduan yang harus diperhatikan oleh warga. Pertama, panduan tentang pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriyah. Kedua, panduan penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 1442 Hijriyah. “Setiap poin ini dijelaskan lebih rinci panduannya,” katanya.

Lalu untuk pelaksanaan kegiatan buka puasa dan sahur dianjurkan dilakukan di rumah masing- masing bersama keluarga. Restoran atau rumah makan lainnya dapat menyediakan layanan buka puasa dengan tetap menerapkan prokes yang ketat.

“Pengelola restoran, rumah makan, kafe, warung atau hotel yang menyediakan layanan sahur dapat beroperasi kembali mulai pukul 01.00. Yang paling penting pula Camat atau Lurah harus membantu melakukan pengaturan jarak antar lapak penjualan takjil di wilayahnya masing-masing,” tegasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP