alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Belum Juga Dibuka, Dewan Pertanyakan Pembukaan Jembatan Joyoboyo

15 April 2021, 16: 17: 32 WIB | editor : Wijayanto

DIPERTANYAKAN: Meski sudah menjalani uji kelayakan pada Februari lalu dan dijadwalkan Maret dibuka, namun hingga kini Jembatan Joyoboyo belum juga dibuka.

DIPERTANYAKAN: Meski sudah menjalani uji kelayakan pada Februari lalu dan dijadwalkan Maret dibuka, namun hingga kini Jembatan Joyoboyo belum juga dibuka. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jembatan Joyoboyo sudah rampung, seluruh pendukung jembatan seperti taman dan air mancur pun juga sudah terpasang. Kini jembatan sepanjang 150 meter dengan lebar 17 meter tinggal menunggu peresmian saja. 

Jembatan yang menelan anggaran Rp 39 miliar itu pun sudah mengalami uji kelayakan dengan dua truk seberat 100 ton pada 16 Februari lalu. Uji coba itu dilakukan oleh tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). 

Namun, Komisi C DPRD Surabaya belum juga diberi laporan terkait dengan uji kelayakan. Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono mengatakan, secara fisik Jembatan Joyoboyo sudah selesai, termasuk pekerjaan yang detail beserta variasinya juga. Namun komisi C belum diberi laporan uji kelayakan untuk digunakan.

Baca juga: Penipuan Lowongan Kerja, PT Patra Jasa Minta Masyarakat Waspada

"Ini penting, uji kelayakan ini untuk bisa dipakai dan bertahan berapa lama. Mumpung ini musim hujan ini sangat baik juga untuk uji kelayakan di jembatan itu," katanya.

Ia juga menjelaskan alasan uji kelayakan kembali pada musim hujan karena dalam keadaan basah dan ada arus air yang mengalir di bawah jembatan. Sehingga kekuatan jembatan tersebut bisa teruji secara kuat. "Jadi diuji dengan kendaraan seberat seratus ton tadi, bisa nggak jembatan itu tahan? Apakah jembatan itu gerak? Kalau di musim kering bebannya lebih ringan," jelasnya.

Jembatan Joyoboyo yang rencananya diresmikan pada Maret 2021 belum juga diresmikan sampai saat ini. Untuk menindaklanjuti kemoloran peresmian Jembatan Joyoboyo, pihaknya akan memanggil kembali pihak-pihak yang terkait dalam proses pembangunan jembatan tersebut.

"Minggu depan akan kita undang kembali, untuk jembatan itu harus ada hitam di atas putih soal uji layak fungsi, setelah itu baru bisa diresmikan. Jadi kita meminta hasil uji layak fungsi itu adalah suatu hal yang wajar," tegasnya.

Sebelumnya, jembatan yang menelan anggaran Rp 39 miliar itu pun masih menyisahkan pembayaran satu termin terakhir. Sehingga jembatan masih belum bisa dilintasi oleh pengendara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan, bila kontraktor telah diperiksa BPK. Pasalnya, sisa pembayaran sekitar Rp 4 miliar lebih belum dibayarkan. "Ini termasuk hutang toh. Belum bayar, jadi harus diperiksa inspektorat. Lalu sebulan masih ada tim BPK. Baru sempatnya sekarang kurang Rp 4 milar," katanya.

Erna mengaku, terkait pembayaran tergantung wali kota terkait penyelesaiannya. "Bisa diusulkan. Tergantung pak wali mau selesaikan secara teknisnya," ungkapnya.

Supervisor Rudi Etika KSO selaku pemegang proyek Jembatan Joyoboyo Taufan Wibowo menerangkan, saat ini sudah tidak ada lagi pengerjaan. Pihaknya hanya melakukan upaya pemeliharan apabila ada kerusakan. "Masa pemeliharannya selama setahun. Saat ini sudah clear semua siap pakai saja dan sudah diujicobakan kemarin sama tim dari ITS," katanya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP