alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Penjual Takjil Karang Menjangan, Tetap Diburu Meski Pandemi

14 April 2021, 17: 07: 22 WIB | editor : Wijayanto

JADI JUJUKAN: Suasana di kawasan Jalan Karang Menjangan yang dipenuhi pedagang takjil musiman, Selasa (13/4).

JADI JUJUKAN: Suasana di kawasan Jalan Karang Menjangan yang dipenuhi pedagang takjil musiman, Selasa (13/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Salah satu kegiatan menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan adalah berburu takjil. Meskipun masih di masa pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat berburu kudapan maupun menu untuk buka puasa ini seperti tak terlewatkan. Seperti yang  tampak di Jalan Karang Menjangan yang menjadi salah satu pusat penjual yang menjajakan berbagai macam takjil selalu ramai. Di sana banyak dijumpai pedagang kaki lima berjajar menjajakan makanan, mulai dari makanan ringan hingga berat. 

Meskipun baru sehari puasa, para pedagang dibanjiri ratusan pelanggan. Pundi-pundi rupiah pun masuk ke kantong mereka. Salah satunya ada pada penjual nasi, lauk pauk dan gorengan yang ada di pinggir jalan ini. 

Marissa contohnya, meskipun tidak seramai sebelum adanya pandemi corona. Namun dagangannya laris manis terjual meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 16.41. “Alhamdulillah lumayan banyak. Tapi ini sih masih sepi karena awal Ramadan,” kata Marissa.

Baca juga: Tidak Ada Pemudik Awal, Terminal Tak Ditutup

Menurut Marissa, kepadatan pemburu takjil di kawasan ini akan ramai ketika menjelang pertengahan Ramadan. Bahkan pembeli rela berdesakan demi mencari takjil. “Iya biasanya sih satu minggu atau dua minggu bulan puasa malah lebih ramai lagi,” ucapnya. 

Pencari kudapan buka puasa ini bukan hanya dinikmati warga Jalan Karang Menjengan atau Surabaya saja. Namun ada pula pendatang yang sengaja mencari takjil di lokasi ini. Contohnya saja Nina, yang jauh-jauh dari Tulungagung. Bersama teman satu kosnya ia menjadi pemburu takjil. 

Menurutnya, lokasi ini dipilih bukan hanya makanannya saja yang lezat. Namun dekat dengan tempat kosnya dan murah meriah. “Iya asyik aja sih di sini. Lengkap kalau cari takjil semua ada,” kata Nina. 

Makanan di sini terdiri dari makanan berat dan ringan serta minuman segar. Seperti satai ayam, nasih campur, soto ayam, botok, pepes ikan dan lain sebagianya. Sedangkan makanan ringan ada gorengan seperti ote-ote (bakwan), tahu isi, lumpia, risoles, martabak bihun dan masih banyak lainnya. 

Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu sudah bisa membawa banyak varian kuliner khas Surabaya untuk santap buka puasa. “Murah-murah, makanya saya ke sini,” tutup Nina. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP