alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

UT Siapkan SDM Unggul Berjiwa Wirausaha di Era Cyber University

09 April 2021, 01: 36: 14 WIB | editor : Wijayanto

MAHASISWA TERBAIK: Direktur UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti MPd bersama tiga lulusan terbaik UT saat UPI.

MAHASISWA TERBAIK: Direktur UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti MPd bersama tiga lulusan terbaik UT saat UPI. (ISTIMEWA)

Share this      

UNIT Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Surabaya melaksanakan upacara penyerahan ijazah (UPI) di ruang sidang kampus UPBJJ UT Surabaya, Rabu, (7/4). UPI dilakukan dalam jaringan (daring) dengan diikuti 1.805 mahasiswa Pascasarjana, Sarjana, Diploma IV, dan Diploma III yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim). 

Proses UPI berlangsung sejak pukul 08.00 dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, yakni menggunakan masker hingga menjaga jarak. Dengan  memanfaatkan platform Zoom, tiga lulusan terbaik UT Surabaya mendapatkan apresiasi secara langsung dari civitas akademika. Sehingga ketiganya diundang untuk mengikuti prosesi UPI periode I tahun 2021. 

Penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul berjiwa wirausaha di era cyber university menjadi landasan tema dalam UPI tahun ini. Direktur UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti MPd. menjelaskan, di tengah situasi pandemi ini SDM harus tetap unggul mutunya. Termasuk dalam teori mata kuliah hingga implementasi di tengah masyarakat. Sejak pandemi, UT Surabaya semakin dikenal dan diakui oleh perguruan tinggi lain maupun masyarakat secara umum. "Jadi mutu kuliah di UT ini tidak diragukan lagi. Jadi kami telah menyiapkan SDM yang unggul saat situasi pandemi Covid-19," katanya.

Baca juga: Anggaran Minim, Proyek RS Gunung Anyar Ditunda

SIMBOLIS: Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) diselenggarakan dengan khidmat meskipun di tengah pandemi Covid-19.

SIMBOLIS: Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) diselenggarakan dengan khidmat meskipun di tengah pandemi Covid-19. (ISTIMEWA)

Dengan jumlah 1.805 mahasiswa yang telah menerima ijazah bukan hal yang sedikit bagi sebuah kampus yang telah menunjukkan leadership. Bahkan lulusan UT bersaing secara ketat di tengah masyarakat. Terbukti menurut Suparti, kualitas lulusan UT berhasil lulus menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 9.436 lulusan UT menjadi ASN dalam seleksi CPNS 2019. "Capaian tersebut jauh dari lulusan perguruan tinggi lainnya. Kualitas UT yang kompetitif dan siap mengabdi menjadi ASN, memperkuat kewibawaan UT dalam menghasilkan lulus yang berdaya guna dan bersaing di masyarakat. Kenyataan ini mencerminkan kualitas yang baik," katanya.

Di tahun ini mahasiswa UT Surabaya mencapai 15.553 mahasiswa. Ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat Jatim yang harus dijaga. "Ada yang bilang kuliah di UT susah. Ya karena kami nggak rendahan. Tidak hanya kuantitas tapi kualitas juga kami jaga. Kami juga ciptakan mahasiswa yang berjiwa usaha kreatif. UT memberikan layanan terbaik dan kami hadir untuk masyarakat. Kuliah fleksibel jarak jauh mandiri tanpa batasan usia dan tempat tinggal," jelasnya.

Bahkan, kata Suparti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengakui bahwa UT merupakan satu-satunya pelopor perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh secara penuh dan konsisten. Serta relevan untuk diterapkan dalam masa pandemi.

Mendikbud juga mengakui bahwa UT merupakan universitas yang membawa transformasi pesat. Mengikuti perkembangan teknologi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya dengan tetap menjaga kualitas peserta didiknya. ”Ketika Mendikbud mencanangkan merdeka belajar dan kampus merdeka, sejatinya UT sudah lama menyiapkan mahasiswa untuk mampu merdeka belajar,” tegasnya.

Sebelum dilaksanakan UPI, hari sebelumnya, Selasa (6/4), UT Surabaya menyelenggarakan seminar dengan menggundang Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan beberapa pejabat lainnya. Dalam UPI tahun ini Ikatan Alumni UT juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa kurang mampu dalam segi finansial. Tak hanya itu, Suprapti juga berterima kasih kepada para perguruan tinggi negeri (PTN) seperti Unair, Unesa, UINSA, ITS yang selama ini telah mengizinkan para dosennya untuk memberikan materi perkuliahan di UT Surabaya. 

Sejak berdiri tahun 1984,  UT sudah melaksanakan perkuliahan secara mandiri dan jarak jauh. "Justru kami berpandangan mereka (perguruan tinggi) bukan pesaing kami, malah mitra kami. Saat pandemi Covid-19 kita tawarkan (share) kepada mereka program kuliah mandiri temuan kita," jelasnya.

Dirinya berharap dengan diserahkankan ijazah ini. Para lulusan UT periode I tahun 2021 dapat mengembangkan ilmu yang bermanfaat. "Bekal ijazah dan ilmu yang telah diberikan bisa untuk pengembangan diri sehingga bisa menjadi SDM yang unggul," harapnya.

Sementara itu, mahasiswa yang mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) terbaik yakni Aji Darmawan dari S1 Manajemen dengan IPK 3,95, Widyaningrum Aflahatuzzuhria dari S1 Ilmu Perpustakaan dengan IPK 3,83 dan Lilik Jumiatul Asri dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3,93.

Salah satu lulusan yang mendapatkan IPK terbaik Aji Darmawan mengatakan, UT merupakan pelopor perkuliahan jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 ini. Sehingga dirinya berharap ke depan UT lebih terus berkembang dan berinovasi. "Sebagai pelopor kuliah jarak jauh saya bangga kuliah di UT. Semoga ke depan tidak kalah dengan universitas lainnya," harapnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagi PNS di Kementerian Keuangan ini mengaku awalnya sulit bekerja sambil kuliah. Namun karena tekad dan motivasinya itu, dirinya bisa menyelesaikan studinya dengan cumlaude (IPK terbaik). "Sulit diawal sih ngatur waktunya, apalagi kan saya bekerja dan punya keluarga juga. Tapi UT memberikan inovasi pembelajaran yang bisa fleksibel," ungkap pria asli Semarang itu. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP