alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Anggaran Minim, Proyek RS Gunung Anyar Ditunda

09 April 2021, 00: 21: 50 WIB | editor : Wijayanto

MENDUKUNG: Warga melintas di lahan yang direncanakan untuk bangunan rumah sakit di Gunung Anyar.

MENDUKUNG: Warga melintas di lahan yang direncanakan untuk bangunan rumah sakit di Gunung Anyar. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya berencana meratakan pelayanan rumah sakit di seluruh Kota Surabaya. Nah, pemkot sejak lama hendak membangun rumah sakit tipe B di Kecamatan Gunung Anyar tahun 2021. Namun, karena anggaran yang tidak mencukupi, pembangunan rumah sakit di kawasan Gunung Anyar bakal tertunda.

Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Surabaya Iman Krestian menjelaskan, rumah sakit yang dibangun di Jalan Raya Wiguna Gunung Anyar tersebut rencananya menjadi proyek tahun jamak (multiyears).  Namun, kemungkinan tidak bisa dikerjakan tahun ini mengingat anggaran yang terbatas. "Tahun ini kalau tidak bisa, ya pengerjaannya mungkin tahun 2022. Saat ini masih dalam tahap penganggaran," kata Iman Krestian.

Iman menjelaskan, pembangunan rumah sakit tipe B membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 150 miliar. Sehingga, dibutuhkan waktu minimal dua tahun untuk pengerjaannya. Jika digarap setahun bisa berpengaruh terhadap kualitas bangunan. "Kita harapnya sih proyek multiyears saja. Sehingga pengerjaan bisa dua tahun," jelasnya.

Baca juga: Hendak Tukar Sabu dengan HP Dicokok Polisi

Lahan yang akan digunakan untuk rumah sakit di kawasan Gunung Anyar seluas 1,4 hektare milik Pemkot Surabaya. Iman mengaku rencana pengerjaan itu juga belum masuk lelang. Sebab, saat ini kondisi  tidak memungkinkan untuk mengadakan lelang. "Boleh lelang kalau duitnya ada. Kalau gak ada duit, nanti berat buat kita," ungkapnya.

Meski demikian, Iman optimis pengerjaan rumah sakit di Gunung Anyar bisa terwujud. Sebab, ada kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat.  Selain itu, pemkot juga sedang mencari peluang bagi investor. “Kami tetap optimis," tegasnya.

Saat ini Pemkot Surabaya sudah memiliki dua rumah sakit. Yakni, RSUD Soewandhie di Surabaya Utara dan RS Bhakti Darma Husada (BDH) di Surabaya Barat. RS di Gunung Anyar bakal jadi rumah sakit ketiga. “Ini sebagai pemerataan rumah sakit di Surabaya," katanya.

Dengan tertundannya pengerjaan RS Gunung Anyar, kini pihak pemkot fokus merampungkan RS Soewandhie. Anggaran Rp 168 miliar sudah ada meskipun menurut Iman, pihaknya juga masih mempunyai utang senilai Rp 9 miliar.   "Kami ada anggaran Rp 168 miliar untuk menyelesaikan RS Suwandi,"  pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP