alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Hendak Tukar Sabu dengan HP Dicokok Polisi

08 April 2021, 23: 50: 13 WIB | editor : Wijayanto

Yohanes alias Ken dan Gayok

Yohanes alias Ken dan Gayok (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Yohanes alias Ken diadili di Pengadilan Negeri Surabaya gara-gara jadi pengedar sabu. Pada 29 Desember 2020, ia bersama Rahmatsyah Naqsabandi Widayad alias Gayok mengantarkan sabu kepada pemesan di Jalan Demak Timur Gang VI, Surabaya.

Yohanes didakwa oleh Jaksa Suparlan dengan pasal 114 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Yohanes alias Ken membeli 0,5 gram sabu dari Arif alias Lemos (DPO) melalui Rahmatsyah dan menyerahkan uang Rp 300 ribu. Kemudian Rahmatsyah mendapatkan upah dari Arif Rp 50 ribu,” kata Suparlan.

Setelah itu, Yohanes dan Rahmat mengantarkan sabu tersebut kepada calon pembelinya di Karah Agung. Rencananya, sabu itu akan ditukar dengan ponsel merek Vivo.

Baca juga: Digerebek Saat Asik Judi Domino, Dua Pelaku Nekat Nyebur ke Sungai

Tapi saat menunggu orang yang memesan sabu itu, anggota Polsek Jambangan mendatangi keduanya. “Mereka datang berboncengan. Karena mencurigakan, kami interogasi dan penggeledahan,” kata Bowo, saksi penangkap, di Ruang Garuda I, PN Surabaya.

Saat digeledah, Bowo menemukan sepoket 0,5 gram sabu di dalam saku celana jin yang dipakai Yohanes. Keduanya pun dikeler ke Mapolsek Jambangan. Yohanes alias Ken mengaku sudah beberapa kali jadi kurir. "Terdakwa juga mengonsumsi sabu," kata Bowo kepada majelis hakim. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP