alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Stimulus Free PPN Dorong Pertumbuhan Penyaluran KPR BCA

08 April 2021, 20: 33: 43 WIB | editor : Wijayanto

LITERASI: Vice President Kantor Kredit Konsumer Surabaya BCA, Rudy Harsono (kanan) menjelaskan program terbaru kepada customer, Kamis (8/4), di kantornya.

LITERASI: Vice President Kantor Kredit Konsumer Surabaya BCA, Rudy Harsono (kanan) menjelaskan program terbaru kepada customer, Kamis (8/4), di kantornya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kebijakan pemerintah memberikan stimulus pada sektor otomotif dan property membuat industry perbankan semakin optimis. Sebab itu, meskipun belum bisa seperti kondisi sebelum pandemi, namun tahun ini penyaluran kredit bank diperkirakan tetap akan tumbuh.

Menurut Rudy Harsono, Vice Presiden Kantor Kredit Konsumer BCA Surabaya, meskipun pada triwulan pertama tahun ini masih terjadi penurun 3,7 persen dari periode yang sama tahun lalu, namun pihaknya tetap optimis tahun ini minimal ada pertumbuhan kredit 4-6 persen.

Baca juga: Pemkot Perbolehkan Masyarakat Gelar Bukber dan Salat Tarawih

“Kami optimis permintaan pembelian rumah akan membaik setelah aktivitas ekonomi kembali berjalan walaupun belum sepenuhnya normal,” kata Rudy Harsono kemarin di kantornya.

Dikatakan, kebutuhan  memiliki rumah masih akan terus tumbuh kedepan. Hal itu terlihat pada triwulan pertama dimana sudah mulai terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini menyusul adanya relaksasi pemerintah berupa Free PPN.

Sehingga pihaknya mengalami lonjakan aplikasi KPR yang luar biasa. Banyak developer dan broker property yang memiliki rumah ready untuk dijual dan menikmati relaksasi Free PPN. Hal ini terlihat dari acara BCA Expo secara online pertama kali. aplikasi baru mencapai Rp 3,3 triliun.

Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya dimana penyaluran kredit sekitar 70 persen untuk refinancing. Namun sejak adanya pandemic, dan banyak nasabah yang melakukan restrukturisasi kredit, sehingga refinancing juga mengalami penurunan luar biasa.

“Tahun ini kredit banyak ditopang dari developer dan broker. Karena stimulus free PPN, penjualan mereka langsung naik signifikan. Rumah yang paling banyak dibeli yang harganya antara Rp 800-an juta hinjgga Rp 1,5 miliar,” tambahnya.

Dikatakan, secara nasional tahun ini BCA mematok portfolio kredit consumer sebesar Rp 100 triliun. Untuk wilayah Surabaya, khusus KPR, pihaknya menargetkan ada pertumbuhan Rp 2 triliun dengan total nilai Rp 5-6 triliun.

Selain memperbanyak kerjasama dengan banyak developer dan broker property, pihaknya juga mengaluarkan program menarik dengan bunga kompetitif. Selain itu memperbanyak fitur digital yang muda diakses terutama kaum milenial yang membutuhkan kredit. 

“Kami tetap optimistis tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2020. Karena kebijakan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Harapan kami pertumbuhan kredit BCA bisa sejalan dengan pertumbuhan industri,” tandas Rudy Harsono. (fix)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP