alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Perbolehkan Masyarakat Gelar Bukber dan Salat Tarawih

Asal Terapkan Protokol Kesehatan

08 April 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

TERAPKAN PROKES: Bukber yang umum digelar warga di tengah bulan Ramadan bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

TERAPKAN PROKES: Bukber yang umum digelar warga di tengah bulan Ramadan bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. (ISTIMEWA/SHUTTERSTOCK)

Share this      

SURABAYA - Menjelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggodok peraturan sejumlah aktivitas yang biasa dilakukan masyarakat saat Ramadan. Seperti acara buka puasa bersama (bukber) di restoran hingga mengenai salat tarawih berjamaah di masjid.

Tahun ini pemkot akan memberikan kelonggaran terkait aktivitas masyarakat saat Ramadan. Berbeda dengan tahun sebelumnya di awal pandemi Covid-19. Yang membatasi segala aktivitas warga selama Ramadan.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, kemungkinan besar acara buka bersama di Ramadan tahun ini diperbolehkan. Namun dengan protokol kesehatan (prokes). "Bisa dilaksanakan, tapi dengan pembatasan-pembatasan yang biasa kita lakukan," katanya.

Baca juga: Dukung Program UHC, Dorong Puskesmas Layani Rawat Inap

Namun ada syarat yang harus dimiliki oleh restoran atau pemilik usaha di bidang makanan selama buka bersama. Pihak restoran alangkah baiknya untuk menyiapkan jarak tempat duduk selama beroperasi, pengunjung wajib menggunakan masker.

Tak hanya itu, restoran yang terdapat musala di dalamnya juga harus mengatur prokes. Selain itu, tempat wudhu dan salat pun juga harus dikurangi dari kapasitas sebelum pandemi. "Pokoknya boleh berjalan dengan berorientasi pada prokes," tegasnya.

Karena buka puasa bersama ini merupakan tradisi bersama, maka Pemkot Surabaya akan berusaha semaksimal mungkin. Hal ini, didasarkan kekhawatiran akan munculnya klaster baru di restoran.

"Selama pihak restoran menerapkan prokes dan mengikuti aturan dari kita, pasti bisa sama-sama jalan. Ini juga karena restoran kan merupakan salah satu penggerak roda ekonomi di Surabaya," jelasnya.

Tak hanya itu, Irvan juga menyebut pihaknya tengah mengkaji regulasi salat tarawih bagi seluruh masjid dan musala di Surabaya. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan protokol kesehatan diperketat. "Kami sedang susun (aturan teknisnya). Kami akan bertemu MUI dan Dewan Masjid juga," katanya.

Nantinya, akan ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi saat beribadah tarawih. Misalnya, pembatasan jumlah jemaah yang maksimal hanya sekitar 50 persen dari kapasitas. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP