alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Angka Kematian Covid-19 di Jatim Tertinggi di Indonesia

08 April 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Suasana lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Keputih, Surabaya.

Suasana lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Keputih, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Angka kematian  kasus Covid-19 di Jatim mencapai 10.074 kasus. Dengan angka ini, Jatim menjadi provinsi dengan kasus kematian tertinggi di Tanah Air.

Hingga kini, kasus kumulatif Covid-19 di Jatim sebanyak 141.077 kasus. 1.856 kasus di antaranya masih aktif/dalam masa perawatan. Pasien sembuh sebanyak 129.147 dan yang meninggal dunia sebanyak 10.074.

Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui, angka kematian masih menjadi pekerjaan rumah di Jatim. "Pekerjaan rumah kita memang kematian. Kematian ini kita pelajari, dihitung, itu perlu dikaji lebih detail," ujar Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Kantor Gubernur Jatim. "Karena sebagian besar kematian itu adalah terjadi pada orang-orang lansia, premorbid," imbuhnya.

Baca juga: LKPJ Wali Kota Diharapkan Sentuh Pengembangan Wisata Heritage

Joni membeberkan, banyak kasus kematian Covid-19 di Jatim terjadi akibat keterlambatan pasien masuk rumah sakit. Hal itu diperparah dengan penyakit bawaan atau komorbid pasien. 

Sebanyak 91 persen lebih kasus kematian Covid-19 di Jatim disertai komorbid. Ada sejumlah komorbid yang banyak menyertai kasus kematian. Seperti jantung, hipertensi, gagal ginjal hingga diabetes.

"Apa kematian ini terjadi di rumah sakit apa di masyarakat. Tapi yang jelas contoh di RSU dr Soetomo kematian ICU-nya 48 persen. Itu kecil, karena di dunia pun 70-80 persen. Kita terus bebenah, yang paling banyak itu kasus keterlambatan datang di RS. Jadi angka kematian di UGD tinggi," bebernya.

Salah satu upaya Satgas, lanjut Joni, yakni mempercepat proses vaksinasi untuk para lansia. "Saat ini proses vaksinasi untuk lansia terus dilakukan, karena memang mereka rentan," imbuhnya.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP