alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dukung Program UHC, Dorong Puskesmas Layani Rawat Inap

08 April 2021, 20: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

FASKES: Puskesmas Bangkingan di kawasan pinggiran Surabaya. Komisi D mendorong peningkatan fasilitas di PUskesmas untuk mewujudkan program Universal Health Coverage.

FASKES: Puskesmas Bangkingan di kawasan pinggiran Surabaya. Komisi D mendorong peningkatan fasilitas di PUskesmas untuk mewujudkan program Universal Health Coverage. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini fokus meningkatkan kesejahteraan warga dalam bidang kesehatan. Rencananya bagi warga yang akan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) cukup untuk menunjukkan KTP saja. 

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah, mendorong agar beberapa puskesmas bisa dijadikan puskesmas dengan rawat inap dan diharapkan pembangunan dua rumah sakit di Gunung Anyar dan Balasklumprik bisa secepatnya terealisasi. “Saya juga berharap agar pembangunan rumah sakit di wilayah Gunung Anyar dan Balasklumprik bisa terealisasi secepatnya,” katanya.

Program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta itu menurutnya harus mengikuti rujukan berjenjang. Artinya, apabila pasien dapat tertangani di puskesmas saja, maka tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Dewan Pertanyakan Penyebab SILPA Sebesar Rp 3,7 Triliun

Selain itu, pihaknya, juga mendorong Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyampaikan apreasi atas kerja keras semua pihak, terutama Pemkot Surabaya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta OPD.

“Saya mengapresiasi kerja keras dari semua pihak, terutama Pemkot Surabaya ,Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Dinkes, BPJS Kota Surabaya dan seluruh OPD yang bekerja keras guna pencapaian UHC di Kota Surabaya,” katanya, Rabu (7/4)

UHC atau JKS sekarang, menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut sudah mencapai 96,48 persen atau sama dengan 2.866.237 jiwa masyarakat Kota Surabaya sudah menjadi peserta BPJS yang nantinya dapat mengakses layanan kesehatan.

“Nantinya mereka dapat mengakses layanan kesehatan di 63 puskesmas, 42 rumah sakit swasta, dan 8 klinik yang bekerja sama dengan BPJS di Kota Surabaya,” terangnya.

Layanan Kesehatan ini kata dia, nantinya tetap dilaksanakan secara berjenjang dari FKTP kemudian di rujuk ke rumah sakit jika gawat darurat. "Tentunya butuh penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP