alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

LKPJ Wali Kota Diharapkan Sentuh Pengembangan Wisata Heritage

08 April 2021, 16: 56: 59 WIB | editor : Wijayanto

MANDEK: Pengembangan wisata heritage di kawasan kota lama  sekitar Kembang Jepun perlu kelanjutan dari Pemkot Surabaya.

MANDEK: Pengembangan wisata heritage di kawasan kota lama sekitar Kembang Jepun perlu kelanjutan dari Pemkot Surabaya. (ISTIMEWA /LPE)

Share this      

SURABAYA - DPRD Kota Surabaya saat ini tengah membahas Laporan Keterangan Pertangunggajawaban (LKPJ) Wali kota Surabaya Tahun Anggaran 2020. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A.H Thony mengatakan, hasil LKPJ Wali Kota Surabaya tahun anggaran 2020 sudah sangat lengkap, baik dari segi angka maupun pencapaian program. “Harapan kami apa yang tertera di LKPJ bisa diikuti oleh program-program yang lebih konkret,” katanya.

Thony menyebut program konkret itu seperti peninggalan warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Seperti pengembangan kawasan wisata heritage yang memang dikembangkan potensinya sangat luar biasa. Kemudian kawasan kota lama di Surabaya Utara yang bisa menjadi wisata heritage. Bahkan bisa disatukan dengan program pemerintah pusat yaitu, dihidupkannya kembali Jalur Rempah.

"Pendapatan daerah Kota Surabaya meningkatkan karena banyak destinasi wisata heritage, ini akan menjadi energi pemulihan ekonomi Surabaya yang luar biasa,” jelasnya.

Baca juga: Pemprov Jatim Kirim Bantuan Uang dan Beras untuk Korban Bencana di NTT

Dirinya mempertanyakan dalam LKPJ Wali Kota Surabaya tahun anggaran 2020 di sektor seni dan budaya disebutkan, indeks budaya lokal Kota Surabaya meningkat 88.65 persen dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 69,37 persen. “Kami melihatnya darimana indikator peningkatannya tersebut,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Thony perkembangan kebudayaan di Kota Surabaya relatif stagnan. Minimnya ruang-ruang galeri seni dan budaya, panggung pentas seni, menjadi indikator stagnasinya perkembangan seni dan budaya di Kota Surabaya. Meski, memang Pemkot Surabaya secara bertahap sudah mulai menggiatkan kembali ruang publik untuk seni dan budaya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP