alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Defisit Anggaran, Pemkot Tunda Proyek dan Agenda Besar

08 April 2021, 14: 34: 05 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Di tengah pandemi Covid-19 anggaran Pemkot Surabaya untuk pembangunan dan perampungan infrastruktur menjadi terhambat. Defisit anggaran menjadi kendala pemkot untuk merampungkan sejumlah proyek pembangunan di Kota Pahlawan. 

Karena itu, pemkot akan mengurangi kegiatan-kegiatan besar. Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya fokus pada kesejahteraan masyarakat. Tidak akan ada pemangkasan atau refocusing anggaran untuk kesejahteraan masyarakat.

"Biarkan masa pandemi terlewati dahulu, pemkot tirakat. Proyek dikurangi. Kita tirakat, apa yang bisa kita berikan ke masyarakat kita dahulukan. Sehingga, setelah pandemi berakhir baru kita bisa jalan lagi," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Baca juga: Pembentukan Iklim Investasi Bisa Tumbuhkan Lapangan Kerja

Eri menegaskan, saat pandemi ini pemkot harus peka dengan memberikan bantuan untuk kesejahteraan masyarakat. Pemkot fokus agar pendapatan keluarga harus sesuai dengan upah minimum kota (UMK). "Tak hanya proyek saja yang ditunda, tapi kalau ada kegiatan yang besar, kita alihkan ke sana (bantuan)," jelasnya. 

APBD Surabaya tahun anggaran 2021 sebesar Rp 9,8 triliun. Postur anggaran secara umum pada pendapatan sebesar Rp 8,6 triliun dengan kontribusi terbesar pendapatan dari PAD sebesar Rp 5,5 triliun. Alokasi anggaran pada APBD 2021 diprioritaskan untuk atasi dampak pandemi hingga pemulihan ekonomi.

Eri mengaku saat ini PAD Surabaya yang berasal dari pajak bumi dan bangunan (PBB), hotel, restoran, tempat hiburan, apartemen, juga belum menunjukkan kenaikan. "Berarti, anggaran belanja harus digunakan untuk kepentingan umat," tegasnya.

Sejumlah proyek besar yang terhenti seperti proses pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Namun, pemkot juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "JLLT dan JLLB akan dibantu PUPR tahun ini dikerjakan," ungkapnya.

Selain itu, proyek pembangunan rumah sakit tipe B di Gunung Anyar pun tertunda lantaran anggaran pemkot tak mencukupi. Ke depan, bangunan rumah sakit yang digunakan untuk pemerataan pelayanan kesehatan akan dilakukan multiyears karena dirasa lebih ringan. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP