alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pembentukan Iklim Investasi Bisa Tumbuhkan Lapangan Kerja

08 April 2021, 14: 14: 01 WIB | editor : Wijayanto

PRO BURUH: Pabrik rokok kretek yang banyak menyerap tenaga kerja.

PRO BURUH: Pabrik rokok kretek yang banyak menyerap tenaga kerja. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengajak semua pihak untuk mengubah landscape ekonomi dan peluang tenaga kerja. Menurutnya, pembentukan iklim investasi yang menarik bisa membuat terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Apalagi saat ini, kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan mengingat angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim pada 2020 mencapai 5,84 persen atau mengalami peningkatan 2,02 persen dibanding 2019. Dari sisi jumlah angkatan kerja di Jatim pada Agustus 2020 sebanyak 22,26 juta orang, naik 396,37 ribu orang atau 1,81 persen dibanding Agustus 2019,” ujar Emil, Rabu (7/4)

Seiring dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jatim juga mengalami peningkatan. Pada Agustus 2020, jumlah TPAK tercatat sebesar 70,33 persen, meningkat 0,72 persen dibanding Agustus 2019. “Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja,” jelasnya.

Baca juga: Dapat Bantuan 126 Bus, Sopir Angkot Bakal Direkrut Jadi Driver

Berdasar angka tersebut, Emil menjelaskan, dengan hasil pembentukan iklim investasi yang baik, maka serapan tenaga kerja akan lebih masif seiring dengan tumbuhnya investasi yang masuk di Jatim. Namun, hal tersebut juga menjadi tantangan bagi Pemprov Jatim ketika iklim investasi sudah terbentuk sesuai standar yang ada di negara lain atau inovasi terbaru.

Alasannya akan selaras dengan permintaan tenaga kerja dengan skill yang lebih kompeten. “Karena pada November lalu muncul kekhawatiran tentang lapangan kerja akan berpindah ke tempat lain. Makanya 11 klaster UU Cipta Kerja ini sangat berkesinambungan,” jelasnya.

Tantangan dan peluang yang lainnya, lanjut Emil, datang dari segi bonus demografi. Dengan munculnya masa tersebut akan membuat banyak orang yang bekerja dibanding dengan orang yang bergantung pada pekerjaan. “Ini akan menjadi musibah ketika angkatan kerja yang masih produktif ini tidak mendapatkan pekerjaan. Mereka akan bingung melarikan energinya kemana, khawatirnya akan muncul masalah- masalah baru,” kata Emil.

Salah satu dari 11 klaster dalam peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja adalah soal ketenagakerjaan. Persoalan tersebut, menurut Emil, perlu adanya kesamaan sinergitas dan keselarasan pemahaman tentang UU Cipta Kerja. Emil menjelaskan, banyak perubahan perda yang akan diselaraskan dan tetap fleksibel dalam aturannya.

“Tercatat ada 79 UU dan 1.244 pasal sudah diselaraskan dan diharmonisasikan. Karena ini masih work on progres, identifikasi lanjutan untuk penyesuaian dengan UU Cipta Kerja maka masih kami tindak lanjuti saat ini,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP